Selasa, 8 September 2026

Dinkes Kota Tangerang Imbau Waspada Penyakit Bronkopneumonia

BAGIKAN:
Dinkes Kota Tangerang Imbau Waspada Penyakit Bronkopneumonia
0
Dinkes Kota Tangerang Imbau Waspada Penyakit Bronkopneumonia

TANGERANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap penyakit bronkopneumonia, yakni salah satu infeksi akut yang menyerang jaringan paru-paru atau saluran napas kecil (bronkiolus dan alveolus).

Kepala Dinkes Kota Tangerang, dr. Dini Anggraeni, mengatakan bahwa penyakit ini dapat menyerang siapa saja, terutama bayi, balita, anak-anak, hingga lansia, karena daya tahan tubuh mereka cenderung lebih lemah.

“Bronkopneumonia bisa berkembang cepat jika tidak dikenali sejak dini. Masyarakat perlu waspada terutama pada anak-anak dan lansia, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan bila muncul gejala,” jelas dr.

Dini, Selasa (21/10/25).

Bronkopneumonia disebabkan oleh infeksi mikroorganisme seperti virus, jamur, maupun bakteri yang menular melalui udara (percikan batuk atau bersin) dan permukaan yang terkontaminasi. Oleh karena itu, menjaga kebersihan lingkungan dan perilaku hidup bersih menjadi langkah penting dalam pencegahannya.

Ia menuturkan, gejala bronkopneumonia yang perlu diwaspadai antara lain demam tinggi di atas 38°C, badan menggigil, detak jantung cepat, batuk kering atau berdahak, sesak napas, dan napas cepat. Gejala lain yang juga dapat muncul yaitu sakit kepala, nyeri dada, hilang nafsu makan, mual, muntah, hingga diare dan dehidrasi.

Pada bayi, dapat terlihat tarikan dinding dada saat bernapas.

Adapun beberapa faktor risiko yang meningkatkan kemungkinan terjadinya bronkopneumonia, di antaranya kurang asupan gizi terutama pada bayi yang tidak mendapatkan ASI eksklusif selama enam bulan, lingkungan yang tidak bersih, paparan asap rokok atau polusi udara, imunisasi yang tidak lengkap, rumah padat penduduk, ventilasi buruk, serta kebiasaan tidak mencuci tangan dengan sabun. Penyakit lain seperti campak atau HIV juga dapat memperparah risiko infeksi.

Belajar dari yang Terbaik! Ketua Tim Pembina Posyandu Kota Tangerang Studi Tiru ke Lebak, Siap Transformasikan Posyandu Jadi Pusat Layanan Enam Bidang SPM
Artikel Selanjutnya

Belajar dari yang Terbaik! Ketua Tim Pembina Posyandu Kota Tangerang Studi Tiru ke Lebak, Siap Transformasikan Posyandu Jadi Pusat Layanan Enam Bidang SPM

Penulis: Siska Mawita
Diterbitkan: 21 Oktober 2025, 13:55 WIB · Diperbarui: 25 Maret 2026, 01:46 WIB

Berikan Opinimu

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE

Terkini

Alzan Subhan: Fakta di Balik Krim/Skincare Instan

Konten dari Pengguna Opini Selasa, 8 September 2026 | 22:08 WIB

Erupsi Anak Krakatau, Layanan Kesehatan Banten Siaga

Konten Redaksi Senin, 7 September 2026 | 10:59 WIB

Gunung Anak Krakatau Meningkat, Disdik Lebak Terapkan Pembelajaran Dari Rumah

Konten Redaksi Minggu, 6 September 2026 | 22:22 WIB

Waspada! Abu Anak Krakatau Ancam Kesehatan

Konten Redaksi Minggu, 6 September 2026 | 17:06 WIB

Ajak Hidup Sehat, Lapas Bandanaira Gelar Senam Bareng Peserta Magang dan Warga Binaan

Konten dari Pengguna Siaran Pers Jumat, 4 September 2026 | 07:53 WIB

Literasi bukan hanya soal membaca : Ketika masyarakat kehilangan kemampuan memahami

Konten dari Pengguna Opini Selasa, 1 September 2026 | 13:38 WIB

Alzan Subhan Ungkap Bahaya Salep Obat Keras yang Dijual Bebas Tanpa Resep Dokter

Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan Selasa, 18 Agustus 2026 | 20:23 WIB

Semarak HUT RI ke-81 RI, Lapas Bandanaira Ikuti Lomba Gerak Jalan Cepat

Konten dari Pengguna Siaran Pers Sabtu, 15 Agustus 2026 | 10:39 WIB

Lapas Bandanaira Gelar Senam Bersama, Wujud Kebersamaan di Lingkungan Pemasyarakatan

Konten dari Pengguna Siaran Pers Jumat, 14 Agustus 2026 | 07:53 WIB

Alzan Subhan: Jadilah Konsumen Cerdas Sebelum Memakai Produk Perawatan Kulit

Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan Selasa, 11 Agustus 2026 | 14:25 WIB