Jumat, 2 Oktober 2026

Agroindustri Digital: Transformasi Pertanian Indonesia dengan IoT

BAGIKAN:
Agroindustri Digital: Transformasi Pertanian Indonesia denga...
0
Agroindustri Digital: Transformasi Pertanian Indonesia dengan IoT

Hasilnya, kualitas buah tetap terjaga, kerugian akibat kerusakan berkurang, dan nilai jual produk meningkat. Dengan teknologi ini, agroindustri tidak hanya meningkatkan efisiensi, tetapi juga memperkuat posisi petani di rantai nilai industri.

Selain itu, menurut Setiadi dan Muhaemin (2018) dalam Jurnal Teknologi Informasi dan Elektronika, IoT juga dapat diterapkan dalam sistem Smart Irigasi, yang memungkinkan pemantauan debit air, suhu, dan ketinggian air, hingga pengaturan otomatis pintu bendungan.

Semua aktivitas dapat dipantau dari jarak jauh menggunakan komputer atau smartphone, sehingga penggunaan sumber daya air lebih optimal dan pekerjaan manusia lebih ringan. Dengan sistem ini, pengelolaan irigasi menjadi lebih presisi karena data real-time memungkinkan petani atau operator memutuskan kapan dan berapa banyak air yang harus dialirkan ke lahan.

Hal ini tidak hanya mengurangi pemborosan air, tetapi juga meningkatkan produktivitas pertanian karena tanaman memperoleh pasokan air yang tepat sesuai kebutuhan. Selain itu, integrasi Smart Irigasi dengan teknologi lainnya dalam agroindustri membuka peluang bagi efisiensi yang lebih besar, misalnya dalam mengatur jadwal tanam, pemupukan, dan pemeliharaan tanaman secara otomatis, sehingga seluruh proses pertanian menjadi lebih terkontrol, hemat sumber daya, dan berkelanjutan.

Contoh nyata penerapan inovasi ini dapat ditemukan pada program Perum Percetakan Uang Republik Indonesia (PERURI) melalui program Smart Farming berbasis IoT yang diluncurkan pada 4 Juli 2025 di Kabupaten Garut.

Program ini memperkenalkan sistem pertanian modern yang cerdas, efisien, dan berkelanjutan dengan memanfaatkan IoT untuk memantau kondisi lahan secara real-time, menganalisis data untuk pengambilan keputusan, serta mengoptimalkan pengelolaan sumber daya pertanian melalui sistem otomatisasi.

Inisiatif ini menunjukkan bahwa penerapan teknologi tidak hanya dilakukan oleh perusahaan agrikultur, tetapi juga oleh lembaga negara yang mendukung transformasi pertanian menuju kemandirian pangan nasional.

Berbagai inovasi tersebut membuktikan bahwa agroindustri berperan besar dalam membangun pertanian Indonesia yang modern, efisien, dan berdaya saing global. Teknologi seperti IoT bukan hanya meningkatkan efisiensi produksi, tetapi juga memperkuat posisi petani dalam rantai nilai industri.

Mengubah Panen Jadi Pundi: Peran Agroindustri dalam Pertanian
Artikel Selanjutnya

Mengubah Panen Jadi Pundi: Peran Agroindustri dalam Pertanian

Penulis: Redaksi
Diterbitkan: 12 Oktober 2025, 11:32 WIB · Diperbarui: 25 Maret 2026, 01:46 WIB

Berikan Opinimu

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE

Terkini

Mahasiswa UPGRIS Buka Wawasan Digital UMKM Pundenarum untuk Promosi yang Lebih Menarik

Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan Minggu, 6 September 2026 | 09:39 WIB

Asta Cita Dorong Ekonomi dan Kesejahteraan Banten

Konten Redaksi Sabtu, 5 September 2026 | 11:45 WIB

Lewat Bazar Murah, Lapas Batang Pererat Sinergi APH

Konten dari Pengguna Siaran Pers Jumat, 4 September 2026 | 23:39 WIB

Laba Naik Tajam, Bank Banten Perkuat Bisnis Lewat Kantor Cabang Pandeglang

Konten Redaksi Rabu, 26 Agustus 2026 | 21:17 WIB

Film Langkah Kecil Menuju Pulih Nembus 5.000 Penonton

Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan Minggu, 23 Agustus 2026 | 16:25 WIB

Beyond the Beach: Ketika Wisatawan Meracik Cerita dan Suvenirnya Sendiri di Bali

Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan Kamis, 20 Agustus 2026 | 10:27 WIB

SEFAS Group Kuasai Seluruh SPBU Shell di Indonesia, Transaksi Rampung 2026

Konten Redaksi Kamis, 20 Agustus 2026 | 01:44 WIB