“Harga yang ditawarkan bervariasi, mulai dari puluhan ribu rupiah hingga jutaan rupiah. Tergantung ukuran dan tingkat kesulitan dalam proses produksi,” jelas Edwin.
Proses daur ulang ini pun cukup detail. Tutup botol dipilah sesuai ukuran dan warna, lalu dihancurkan menggunakan mesin pencacah.
Butiran plastik kecil kemudian dipres menjadi kotak besar, dipanaskan, dan akhirnya dicetak menjadi produk siap pakai.
“Sampah yang didaur ulang seperti tutup botol, di sini kita bisa mengelola langsung untuk menjadi produk daur ulang yang sangat menarik contohnya bisa jadi furniture, plakat ataupun produk kesenian lainnya,” tambah Edwin.
Tak hanya menarik perhatian komunitas pemerhati lingkungan, produk daur ulang BSSMT juga mulai diminati masyarakat luas.
“Responsnya sangat bagus, ditambah masyarakat yang sudah tahu bagaimana menjaga lingkungan, mereka sangat tertarik dengan hasil produk yang berasal dari sampah hingga bisa terpakai kembali,” katanya.
Manfaat BSSMT juga dirasakan langsung oleh nasabahnya, salah satunya Ngadimin.
Ia mengaku terbantu perekonomiannya sejak rutin menyetor sampah plastik, kertas, hingga logam. “Saya sudah jadi nasabah sejak awal beroperasi, dan hasilnya sangat membantu,” tuturnya.