Kemensos pun berkomitmen terus membuka ruang kolaborasi dengan organisasi kepemudaan dan unsur sosial lainnya agar layanan sosial bisa menjangkau kelompok rentan, termasuk anak-anak, penyandang disabilitas, dan lansia.
“Kemensos tidak bisa bekerja sendiri. Pilar-pilar sosial seperti Karang Taruna menjadi ujung tombak di lapangan. Kami ingin sinergi ini terus berlanjut dan menjadi contoh kolaborasi yang efektif di daerah lain,” jelas Sari.
Ketua Karang Taruna Kabupaten Tangerang, Abdul Kodir, mengaku bangga atas kepercayaan yang diberikan Kemensos.
“Ini kehormatan bagi kami. Ke depan, kami akan terus hadir melalui kegiatan nyata di desa dan kelurahan. Kami sedang dalam masa transisi memperkuat peran Karang Taruna, dan bersyukur bisa berkolaborasi dengan Kemensos. Semoga ini jadi awal yang baik,” ujarnya.
Senada, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Tangerang, Aziz Gunawan, menekankan pentingnya sinergi lintas sektor untuk pemberdayaan PPKS, khususnya kalangan pemuda.
“Ini bentuk nyata kolaborasi. Ke depan kita akan menyusun rencana pemberdayaan, termasuk merancang Sekolah Rakyat untuk menjangkau PPKS muda di Kabupaten Tangerang,” jelas Aziz.