Plt.
Kadis Kominfo Provinsi Banten, Arif Agus Rachman, menegaskan keterbukaan informasi sebagai sarana edukasi sekaligus kritik membangun.
“Kami selalu terbuka memberikan penjelasan kapan pun dibutuhkan rekan wartawan. Diskusi seperti ini penting untuk memastikan program pemerintah Provinsi Banten, khususnya Bangun Jalan Desa Sejahtera (Bang Andra) dapat berjalan sesuai harapan,” jelasnya.
Arif menambahkan, Gubernur Banten Andra Soni dan Wakil Gubernur Achmad Dimyati Natakusumah telah menyiapkan delapan program unggulan, salah satunya Program Bang Andra yang berfokus pada peningkatan akses ekonomi desa melalui pembangunan jalan.
“Ketika infrastruktur jalan desa terbangun dengan baik, daya ungkit perekonomian masyarakat akan meningkat. Pariwisata lokal pun akan tumbuh karena lebih mudah dijangkau, dan sektor pendidikan ikut terdorong,” ujarnya.
Sementara itu, Kasi Perencanaan Jalan dan Jembatan Dinas PUPR Provinsi Banten, Yuri Afromi, memaparkan kondisi infrastruktur jalan di Banten yang masih mengalami kesenjangan signifikan, terutama di wilayah pedesaan.
“Di Kabupaten Lebak saja, sekitar 200 kilometer jalan mengalami kerusakan berat, sementara di Kabupaten Pandeglang terdapat 40 kilometer jalan rusak berat, khususnya di wilayah selatan. Kondisi serupa juga terjadi di Kabupaten Serang,” ungkap Yuri.
Ia menjelaskan, dalam RPJMD Banten 2024–2029 dan Renstra Dinas PUPR, rehabilitasi serta peningkatan jalan desa ditempatkan sebagai prioritas utama untuk memperkuat konektivitas wilayah dan pertumbuhan ekonomi lokal.
“Program Bang Andra akan digelontorkan ke empat kabupaten/kota dengan total anggaran Rp184 miliar. Dari APBD murni, sebesar Rp84 miliar dialokasikan untuk pembangunan 40 ruas jalan desa sepanjang 33 kilometer, dan dari APBD perubahan Rp100 miliar untuk 20 ruas jalan desa dengan panjang 31 kilometer. Kabupaten Lebak dan Pandeglang menjadi penerima alokasi terbesar,” jelasnya.
Memasuki sesi diskusi, suasana berlangsung hangat meski sempat terkendala absennya narasumber dari Dinas PUPR Kabupaten Lebak.
Sekdis PUPR Lebak, Syarifudin, menyampaikan konfirmasi dari Kabid Jalan dan Jembatan, Hamdan, yang berhalangan hadir.
“Ijin abdi masih di Cipanas, tos survey keusakan jembatan dan jalan,” kata Hamdan melalui pesan singkat via WhatsApp.