Ikuti Kami
Kamis, 20 Agustus 2026 Versi Web

Kasus Bakso Boraks di Palu dan Pentingnya Analisis Pangan

Penulis: Yati Komalasari
Selasa, 17 Juni 2025 | 00:11 WIB
Facebook
X
WhatsApp
Lainnya

Demikian juga pada uji formalin, apabila terjadi perbedaan warna pada kit, dapat disimpulkan makanan positif formalin.

Uji Spektroskopi dan Analisis Isotop

Metode yang lebih rinci, seperti spektroskopi UV-Vis, FT-IR, dan analisis isotop, berguna demi menemukan kepalsuan yang lebih sulit dideteksi secara kasat mata. Dengan cara ini, dapat dibuktikan sumber gula, zat aditif, dan keaslian produk secara akurat.

PCR dan Analisis DNA 

Selain uji kimia, Polymerase Chain Reaction (PCR) dapat digunakan demi menemukan jejak DNA lebah pada madu. Hal ini berguna demi membuktikan bahwa produk memang berasal dari lebah, bukan buatan manusia.

PENUTUP

Kasus peredaran bakso mengandung boraks di Palu menjadi pengingat penting bahwa masalah keamanan pangan bukan hal yang sepele. Hal ini terjadi karena masih ada produsen yang mencari keuntungan lebih tanpa memikirkan risiko terhadap kesehatan masyarakat.

Pada kondisi inilah peran analisis pangan menjadi krusial demi menjaga mutu, keamanan, dan kejujuran produk yang tersedia di pasaran.

Melalui metode uji yang tersedia, mulai dari uji kertas turmerik, kit, spektroskopi, hingga PCR, dapat dideteksi secara rinci apa saja zat yang terkandung di sebuah produk. Dengan teknologi dan pendekatan yang matang, peredaran makanan yang tidak memenuhi syarat dapat dicegah demi melindungi konsumen dan menjaga reputasi produsen yang jujur.

Penulis: Yati Komalasari
Selasa, 17 Juni 2025 | 00:11 WIB
Artikel Selanjutnya

HMI MPO Komisariat UIN SMH Banten Sukses Menyelenggarakan LK 1 Tiga Kali dalam 1 Periode

Mode AMP — versi ringan & cepat
Versi Lengkap

Terkini

Kentang Penyelamat Nasi Kelembekan? Ini Dia Faktanya!

Senin, 15 September 2025 | 15:04 WIB
↑ Kembali ke atas
Kasus Bakso Boraks di Palu dan Pentingnya Analisis Pangan

Bagikan artikel ini melalui