BPBD Banten Gelar Rapat Koordinasi Penanganan Pascabencana, Fokus Utama pada Sumber Daya Alam dan Lingkungan
"Penting untuk memahami karakteristik lokal dalam upaya rehabilitasi, seperti jenis tanaman yang cocok untuk reboisasi di tiap wilayah. Ini akan membantu dalam mitigasi risiko bencana di masa depan serta menjaga keberlanjutan lingkungan," jelas Dr. Asep
Dr. Asep juga menguraikan manajemen rehabilitasi dan konstruksi pascabencana yang terbagi menjadi beberapa fase, yaitu prabencana, tanggapan darurat, transisi darurat menuju pemulihan, serta rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana (R3P).
Pada fase prabencana, menurut Dr. Asep, fokusnya adalah pada pendidikan, pelatihan, bimbingan teknis, dan pengumpulan data.
"Pada fase prabencana, kita harus memprioritaskan pendidikan, pelatihan, dan pengumpulan data yang akurat. Ini penting agar kita dapat merespon bencana dengan cepat dan efektif," jelasnya.
Sementara itu, pada fase tanggapan darurat, BPBD dan pihak terkait perlu segera merespon laporan kejadian bencana dengan langkah-langkah cepat seperti Jitupasna dan hitungan kerusakan. Fase transisi darurat menuju pemulihan melibatkan alokasi sumber daya, pelaksanaan, monitoring, evaluasi, dan pelaporan.
"Fase tanggapan darurat memerlukan tindakan cepat, seperti penghitungan kerusakan dan kerugian. Pada fase transisi menuju pemulihan, kita perlu memastikan alokasi sumber daya yang tepat, serta melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala," tambah Dr. Asep.
Dalam penutupan rapat, Nana Suryana menekankan pentingnya mengintegrasikan semua sektor dalam kajian penanganan pascabencana, baik itu sektor perumahan, infrastruktur, ekonomi, sosial, hingga lintas sektor. Ia berharap agar hasil rapat ini dapat menjadi landasan bagi BPBD Provinsi Banten dan pihak terkait dalam menyusun rencana aksi yang lebih komprehensif dan efektif.
"Semua sektor harus terintegrasi dalam kajian penanganan pascabencana. Kami berharap hasil rapat ini dapat menjadi landasan bagi BPBD Provinsi Banten dan pihak terkait dalam menyusun rencana aksi yang lebih komprehensif dan efektif. Dengan demikian, penanganan pascabencana di sektor sumber daya alam dan lingkungan dapat dilakukan dengan lebih baik, sehingga dampak negatif bencana dapat diminimalisir, dan pemulihan dapat berjalan lebih cepat," pungkas Nana Suryana.