BPBD Banten Gelar Rapat Koordinasi Penanganan Pascabencana, Fokus Utama pada Sumber Daya Alam dan Lingkungan
"Kolaborasi antara berbagai stakeholder, termasuk TNI dan Polri, sangat penting dalam menangani masalah lingkungan seperti penanaman mangrove secara bersama-sama. Ini merupakan langkah sederhana namun efektif dalam mitigasi bencana," tambahnya.
Nana Suryana juga menyampaikan pentingnya alokasi dana Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk mendukung berbagai kebutuhan dalam penanganan pascabencana.
Menurutnya, dana BTT sudah tersedia baik di tingkat provinsi maupun kota, dan harus digunakan secara efektif untuk perencanaan dan pelaksanaan rehabilitasi. "Dana BTT sudah tersedia baik di tingkat provinsi maupun kota, dan kami harapkan alokasi ini bisa digunakan secara efektif untuk perencanaan dan pelaksanaan rehabilitasi," jelasnya.
Ia juga menekankan perlunya evaluasi terhadap pelaksanaan penanganan bencana yang telah berjalan.
"Kami berharap pelaksanaan yang sudah dilakukan sesuai dengan rencana dan tujuan awal. Oleh karena itu, kami mengajak semua pihak untuk memberikan masukan yang konstruktif," katanya.
Dalam rapat tersebut, Dr. Asep Supriatna dari Kedeputian Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut, menyampaikan beberapa topik penting yang menjadi fokus pembahasan.
Salah satu poin utamanya adalah strategi rehabilitasi lahan yang rusak, pengelolaan air bersih pascabencana, serta mitigasi risiko bencana di masa depan.
Dr. Asep juga menekankan pentingnya memahami karakteristik lokal dalam upaya rehabilitasi, seperti jenis tanaman yang cocok untuk reboisasi yang dapat berbeda di tiap wilayah.