BerandaBerita UtamaIPARI Provinsi Banten: Merayakan Hari Lahir dengan Aksi Lingkungan dan Moderasi Beragama

IPARI Provinsi Banten: Merayakan Hari Lahir dengan Aksi Lingkungan dan Moderasi Beragama

SERANG – Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) PW Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Banten menggelar acara puncak dan tasyakuran hari lahir ke-1 IPARI dengan menanam berbagai bibit pohon pada Jumat, 31 Mei 2024.

Kegiatan ini dilaksanakan di lingkungan Kantor Wilayah Kemenag Banten dan dihadiri oleh Kepala Bagian Tata Usaha, Iwan Falahudin, H. Masyhudi selaku Kepala Bidang Penerangan Agama Islam, Zakat dan Wakaf Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Banten, serta 47 Pengurus IPARI PW Banten.

Ketua IPARI PW Banten, H. Mukhriji, memaparkan bahwa acara ini merupakan penutup dari rangkaian kegiatan yang dilakukan sejak tanggal 26 hingga 31 Mei 2024. Acara ini mengusung tema “Merawat Bumi Menyebar Moderasi”. Ada tiga program utama, yaitu penanaman sejuta pohon, zero plastik, dan seminar lingkungan.

“Hari ini kita ada tasyakuran, karena memang ini adalah kegiatan terakhir. Kemarin kami melakukan penanaman pohon di Pandeglang, menyisir zero plastik di Anyar, Kabupaten Serang, dan di Kota Serang kami berada di Pantai Gope. Kabupaten dan kota lainnya juga mengikuti,” kata Mukhriji.

“Kami merasa bersyukur kepada Allah Subhanahu wa ta’ala dan berterima kasih kepada para pimpinan yang sudah memberikan arahan dan bimbingan kepada kami semua. Harapan kedepan tentu kita bisa menjaga bumi lebih baik dan menebarkan moderasi beragama. Kita sama-sama anak bangsa berkiprah tidak hanya untuk sesama saja tetapi juga terhadap lingkungan yang harus kita jaga,” tambahnya.

Sementara itu, H. Masyhudi, Kepala Bidang Penerangan Agama Islam, Zakat dan Wakaf Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Banten, mengapresiasi kegiatan tersebut dan menyampaikan harapannya agar para penyuluh lebih optimal dalam meningkatkan kinerja, menjadi pelopor dalam menjaga lingkungan, serta menjadi garda terdepan dalam rangka untuk moderasi beragama di Indonesia.

Baca Juga:  Workshop SIKS-NG: Langkah Strategis Dinas Sosial Pandeglang dalam Mengoptimalkan Data Kemiskinan

“Ini adalah aksi nyata bagaimana peran aktif para penyuluh kita untuk tidak hanya bicara tentang bahasa agama, tapi jauh lebih dari itu. Bahwa penyuluh kita diharapkan juga memiliki kepedulian tinggi untuk membangun lingkungan dan menanamkan nilai-nilai kepada masyarakat,” ucap Masyhudi saat diwawancarai wartawan distrikbantennews.com.

(mar/red)

- Advertisment -

Most Popular

- Advertisment -

Recent Comments