BerandaBerita UtamaDepartemen Kesehatan Kota Tangerang Luncurkan Intervensi Pencegahan Stunting di 1.097 Posyandu: Sasaran...

Departemen Kesehatan Kota Tangerang Luncurkan Intervensi Pencegahan Stunting di 1.097 Posyandu: Sasaran 85.474 Balita

TANGERANG – Departemen Kesehatan Kota Tangerang berencana untuk melaksanakan Intervensi Pencegahan Stunting secara serentak di 1.097 Posyandu di seluruh kota hingga akhir Juni.

Intervensi ini bertujuan untuk mencapai 85.474 balita di Kota Tangerang. Pada bulan Juni 2024, semua balita akan diukur dan data mereka akan dimasukkan ke dalam aplikasi SiData dan e-PPGBM.

Proses pengukuran dan penginputan data akan dilakukan di semua Posyandu sesuai dengan jumlah balita di setiap kelurahan. Semua balita di wilayah ini akan diukur pertumbuhannya, termasuk berat badan, panjang atau tinggi badan.

Pelaksana Harian Departemen Kesehatan Kota Tangerang, Mugiya Wardhany, menjelaskan bahwa ada 10 program spesifik yang dirancang untuk mengurangi stunting di Kota Tangerang. Program-program ini meliputi skrining anemia, konsumsi tablet tambah darah, pemeriksaan kehamilan yang berstandar dan berkala, pemantauan tumbuh kembang, ASI eksklusif, pemberian makanan tambahan, penanganan balita dengan masalah gizi, dan peningkatan cakupan dan perluasan jenis imunisasi.

“Untuk program sensitif, kami melakukan intervensi sebelum dan setelah kelahiran dengan target remaja putri, ibu hamil, balita dan masyarakat umum. Program ini meliputi edukasi untuk remaja putri, ibu hamil dan keluarga balita,” kata Mugiya pada hari Jumat (31/5/24).

Berikut adalah 11 Program Intervensi Spesifik dan Sensitif untuk Menurunkan Stunting:

  1. Skrining Anemia: Sasaran adalah remaja putri sebelum hamil dengan pemeriksaan kesehatan termasuk kadar hemoglobin siswi kelas VII dan X.
  2. Konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD): Sasaran adalah remaja putri sebelum hamil dengan pemberian TTD setiap minggu di sekolah.
  3. Pemeriksaan Kehamilan: Sasaran adalah ibu hamil dengan pelaksanaan antenatal care (ANC) 6x (2x dengan dokter), termasuk penggunaan USG.
  4. Konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD): Sasaran adalah ibu hamil dengan pemberian TTD ibu hamil minimal 90 selama kehamilan.
  5. Pemberian Makanan Tambahan Bagi Ibu KEK: Sasaran adalah ibu hamil dengan pemberian makanan tambahan bagi ibu hamil KEK.
  6. Pemantauan Tumbuh Kembang: Sasaran adalah balita dengan penimbangan, pengukuran panjang badan, dan pemantauan perkembangan balita di posyandu setiap bulan.
  7. ASI Eksklusif: Sasaran adalah Balita dengan pemberian ASI eksklusif sejak lahir sampai bayi berusia 6 bulan.
  8. Pemberian Makanan Tambahan: Sasaran adalah balita dengan pemberian protein hewani bagi anak 12-32 bulan, berupa telur dan sumber protein lainnya.
  9. Tata Laksana Balita dengan Masalah Gizi: Sasaran adalah Balita dengan balita gizi kurang dan weight dirujuk dari posyandu ke puskesmas, balita gizi buruk diberikan tatalaksana dan merujuk balita stunting ke RS.
  10. Peningkatan Cakupan dan Perluasan Jenis Imunisasi: Sasaran adalah balita dengan pelayanan rutin, kampanye bulan imunisasi dasar dan tiga imunisasi tambahan (PVC, Rotavirus, HPV). Imunisasi tambahan PVC mencegah pneumonia dan rotavirus mencegah diare. Sehingga, terganggungnya pertumbuhan.
  11. Edukasi Remaja Putri, Ibu Hamil dan Keluarga Balita: Sasaran adalah remaja putri, ibu hamil, balita dan masyarakat umum.
Baca Juga:  BPBD DKI Jakarta Imbau Warga Pesisir Waspada Banjir Rob, 4-10 Juni 2024

(red)

- Advertisment -

Most Popular

- Advertisment -

Recent Comments