BerandaSeni & BudayaSambutan Hangat Pemkab Serang: Seba Baduy 2024 dan Komitmen Menjaga Alam dan...

Sambutan Hangat Pemkab Serang: Seba Baduy 2024 dan Komitmen Menjaga Alam dan Budaya Banten

SERANG – Pada hari Minggu, 19 Mei 2024, sebuah peristiwa penting terjadi di Pendopo Bupati Serang. Sekretaris Daerah Kabupaten Serang, Nanang Supriatna, bersama dengan pejabat eselon II, menyambut kedatangan sekitar 500 dari 1500 warga Baduy. Mereka dipimpin oleh Kepala Desa Kanekes Saija, yang juga merupakan Jaro Pemerintah Masyarakat Adat Baduy.

Peristiwa ini adalah bagian dari Seba Baduy tahunan, sebuah tradisi di mana warga Baduy melakukan perjalanan kaki dari Kanekes, Kabupaten Lebak, menuju Kota Serang. Mereka datang untuk bertemu dengan Bapa Gede atau Penjabat Gubernur Banten dan Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah.

Nanang Supriatna, mewakili Bupati Serang, menyambut kedatangan mereka dengan penuh sukacita. Dia dan pejabat lainnya mengenakan pakaian adat hitam-hitam Silat Kaserangan dan ikat kepala, sebuah gagasan yang diusulkan oleh Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah.

Foto bersama Pemkab Serang dengan Warga Baduy dalam Seba Baduy 2024, Menyambut Pesan Pelestarian Alam dan Budaya (Ist)

Masyarakat Baduy, melalui Kepala Desa Kanekes Saija, menitipkan pesan penting kepada Bupati Serang dan seluruh masyarakat Kabupaten Serang dan Banten pada umumnya. Mereka meminta agar alam sekitar mereka, termasuk hutan, gunung, dan air, serta budaya mereka, dijaga dan tidak dirusak.

Nanang berharap bahwa Seba Baduy dapat terus dilaksanakan setiap tahunnya sebagai pengingat hubungan silaturahmi dan kekayaan budaya Banten. Dia juga berharap bahwa semua pihak dapat berkolaborasi untuk menjaga alam dan budaya Banten.

Pada akhir acara, Kepala Desa Kanekes Saija menyerahkan secara simbolis hasil bumi kepada Nanang Supriatna. Nanang juga menyerahkan bingkisan kepada Kepala Desa Kanekes Saija sebagai tanda penghargaan dan persahabatan. Seba Gede dan Seba Alit, dua bagian dari tradisi Seba, ditentukan oleh Masyarakat Adat Baduy sendiri dan ditandai dengan apa yang mereka bawa. Pada Seba Gede, mereka membawa laksa, hasil bumi, dan peralatan dapur, sedangkan pada Seba Alit, mereka tidak membawa peralatan dapur.

Baca Juga:  Prestasi Gemilang: Pemerintah Kabupaten Serang Raih Opini WTP dari BPK untuk ke-13 Kalinya Berturut-turut

(her/red)

- Advertisment -

Most Popular

- Advertisment -

Recent Comments