Kamis, 24 September 2026

Dialog Nasional: Menjaga Bahasa dan Budaya Indonesia serta Optimisme Kaum Marginal

BAGIKAN:
Dialog Nasional: Menjaga Bahasa dan Budaya Indonesia serta O...
0
Dialog Nasional: Menjaga Bahasa dan Budaya Indonesia serta Optimisme Kaum Marginal

JAKARTA, DISTRIKBANTENNEWS.COM - Pada Sabtu, 27 April 2024, Dialog Nasional bertemakan "Optimisme Kaum Termarjinalkan dan Terpinggirkan Bersama Pemerintah yang Baru" digelar di aula Dewan Pers. Acara ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting, termasuk Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Hashim Sujono Djojohadikusumo, dan Ketua Umum Serikat Media Siber Indonesia (SMSI), Firdaus.

Hashim menekankan pentingnya menjaga Bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional dan mengingatkan bahwa media dan wartawan memiliki peran penting sebagai pengawal kelestarian budaya Indonesia. Ia juga menyoroti tantangan dalam menjaga Bahasa Indonesia dari degradasi dan menegaskan bahwa Bahasa Indonesia adalah aset bangsa yang sangat berharga.

Firdaus, dalam sambutannya, mengungkapkan latar belakang pendirian SMSI sebagai portal NKRI dan menyoroti kegelisahan media-media kecil di seluruh Indonesia tentang masa depan pers di negara ini.

Bupati Kepulauan Mentawai, Yudas Sabbagalet, memaparkan kondisi memprihatinkan para siswa SD hingga SMA di daerahnya dan menunjukkan optimisme untuk memperjuangkan daerah yang tertinggal. Ia juga mengusulkan agar kewenangan SMA dan SMK tidak menjadi tanggung jawab Gubernur, tetapi cukup Bupati saja, mengingat daerahnya adalah daerah kepulauan yang terpencil.

Ketua Vox Point Indonesia, Yohanes Handojo Budhisedjati, mengungkapkan bahwa Dialog Nasional ini diadakan dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun Vox Point dan bertujuan untuk mengetahui masalah-masalah yang ada dalam masyarakat. Menurut Handojo, pihaknya akan tetap mengawal program-program pemerintah, tetapi juga ingin menunjukkan kenyataan yang ada di masyarakat Indonesia saat ini.

Acara ini diharapkan dapat menjadi forum bagi masyarakat untuk berbicara dan berharap agar pemerintah bisa menjawab permasalahan yang ada di masyarakat. (*)

(red)

Melestarikan Kesenian Tradisional, LAZ Al Azhar dan Kitabisa Gelar Voluntrip
Artikel Selanjutnya

Melestarikan Kesenian Tradisional, LAZ Al Azhar dan Kitabisa Gelar Voluntrip

Penulis: Redaksi
Diterbitkan: 28 April 2024, 10:52 WIB · Diperbarui: 25 Maret 2026, 01:50 WIB

Berikan Opinimu

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE

Terkini

Edukasi Dan Promosi Desa Wisata Candirejo Melalui Sejarah Banyu Asin Dan Strategi Inovasi Pariwisata Kreatif

Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan Senin, 21 September 2026 | 04:11 WIB

TBM MaBaR: Kecil Tempatnya, Besar Gerakan Literasinya

Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan Selasa, 15 September 2026 | 13:59 WIB

Bukan Sekadar di Balik Jeruji, Warga Binaan Lapas Batang Unjuk Karya di Festival Literasi

Konten dari Pengguna Siaran Pers Selasa, 15 September 2026 | 10:21 WIB

Bandung Bersiap Sambut Forum Kota Pusaka Indonesia 2027

Konten Redaksi Senin, 24 Agustus 2026 | 18:31 WIB

Film Langkah Kecil Menuju Pulih Nembus 5.000 Penonton

Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan Minggu, 23 Agustus 2026 | 16:25 WIB

Saatnya Peduli, Kalapas Bandanaira Ajak Donasi untuk Warga NTT Terdampak Bencana

Konten dari Pengguna Siaran Pers Kamis, 20 Agustus 2026 | 05:32 WIB