Banten: Kejayaan Masa Lalu, Kemajuan Masa Kini, dan Potensi Masa Depan
Warisan berupa nilai-nilai agama maupun budaya menjadi pijakan bagi pembangunan Provinsi Banten. Dengan semua potensi dan warisan ini, Banten terus bergerak maju sebagai provinsi yang mandiri dan berkembang.
Seiring bergulirnya reformasi, perubahan sistem politik terjadi, salah satunya adalah desentralisasi kekuasaan. Momentum fenomenal ini ditandai dengan terbentuknya Provinsi Banten pada tanggal 4 Oktober 2000.
Keberadaan Provinsi Banten ini bagaikan napak tilas kejayaan Banten di masa lampau. Dengan segala potensi yang dimiliki, Banten menunjukkan kemajuannya.
Pada tahun 2007, Banten menduduki peringkat keempat dalam hal peningkatan APBD.
Provinsi Banten memiliki potensi alam yang cukup tinggi. Secara topografi, Banten terdiri atas dua bagian besar, yaitu daerah perbukitan di sebelah selatan (Kabupaten Lebak dan Pandeglang) dan daerah dataran rendah di bagian lainnya.
Banten terdiri dari empat kota (Kota Serang, Tangerang, Cilegon, dan Kota Tangerang Selatan) dan empat kabupaten (Kabupaten Serang, Tangerang, Pandeglang, dan Kabupaten Lebak).
Kota Tangerang, Kota Serang, Kota Cilegon, Kabupaten Tangerang, dan Kabupaten Serang adalah daerah dengan aktivitas ekonomi cukup tinggi karena merupakan kawasan industri, terutama industri manufaktur.
Kabupaten Lebak dan Pandeglang merupakan daerah hijau, hutan dan perkebunan banyak terdapat di sana. Sementara itu, Kota Tangerang Selatan merupakan kota jasa dan perdagangan, serta banyak lembaga pendidikan bergensi dan bertaraf internasional.