DISTRIKBANTENNEWS.COM - Gunung meletus adalah fenomena alam yang menakjubkan sekaligus menakutkan. Gunung meletus terjadi ketika material panas dari dalam bumi, seperti magma, gas, abu, dan batu, keluar ke permukaan bumi melalui celah atau kawah gunung berapi. Gunung meletus bisa menyebabkan dampak positif maupun negatif bagi lingkungan dan manusia.
Lalu, apa alasan dan penyebab gunung bisa meletus? Secara sederhana, gunung meletus disebabkan oleh adanya tekanan yang sangat tinggi di dalam bumi yang mendorong material panas untuk mencari jalan keluar. Namun, ada beberapa faktor yang mempengaruhi terjadinya gunung meletus, antara lain:
Daftar isi [Tampilkan]
1. Aktivitas Magma
Magma adalah batuan cair yang terdapat di dalam lapisan bumi yang disebut mantel. Magma terbentuk karena adanya pencairan batuan akibat suhu dan tekanan yang sangat tinggi. Magma juga mengandung gas-gas yang larut di dalamnya, seperti uap air, karbon dioksida, belerang, dan nitrogen.
Ketika magma naik ke atas, tekanan dan suhu akan menurun, sehingga gas-gas yang larut akan keluar dari magma dan membentuk gelembung-gelembung. Gelembung-gelembung ini akan menambah volume magma dan membuatnya lebih ringan. Magma yang lebih ringan ini akan terus naik hingga mencapai ruang magma di bawah gunung berapi.
Ruang magma adalah tempat penyimpanan magma sebelum keluar ke permukaan bumi. Jika ruang magma sudah penuh atau ada magma baru yang masuk, maka tekanan di dalamnya akan meningkat. Jika tekanan ini sudah tidak bisa ditahan lagi oleh batuan di sekitar ruang magma, maka magma akan pecah dan keluar melalui celah atau kawah gunung berapi. Inilah yang menyebabkan gunung meletus¹².
2. Pergerakan Lempeng Tektonik
Lempeng tektonik adalah potongan-potongan besar dari kerak bumi yang saling bergerak di atas mantel. Ada beberapa jenis pergerakan lempeng tektonik, yaitu divergen, konvergen, dan transform. Pergerakan lempeng tektonik ini bisa mempengaruhi terjadinya gunung meletus.
Pergerakan lempeng tektonik divergen adalah ketika dua lempeng tektonik menjauh satu sama lain. Hal ini menyebabkan celah di antara lempeng tektonik yang memungkinkan magma naik ke permukaan bumi. Contoh gunung berapi yang terbentuk karena pergerakan lempeng tektonik divergen adalah gunung berapi di Islandia.