Selasa, 15 September 2026

Pj Gubernur Banten Al Muktabar: Metode Gasing Tingkatkan Kemampuan Kuantitatif

BAGIKAN:
Pj Gubernur Banten Al Muktabar: Metode Gasing Tingkatkan Kem...
0
Pj Gubernur Banten Al Muktabar: Metode Gasing Tingkatkan Kemampuan Kuantitatif

SERANG, DISTRIKBANTENNEWS.COM - Penjabat (Pj) Gubernur Banten Al Muktabar mengatakan kemampuan kuantitatif diyakini sebagai aktivitas analisis dalam memahami situasi yang dihadapi.

Dengan kemampuan tersebut, akan dengan mudah menemukan sebuah prosedur yang digunakan untuk menyelesaikan permasalahan tertentu.

Hal itu diungkap Al Muktabar saat Launching Program Kerjasama Peningkatan Kualitas Pendidikan Tingkat SMA Fisika dengan Metode GASING (Gampang, Asik, Menyenangkan) di Lapangan SMAN 06 Kota Serang, Kec. Cipocok Jaya, Kota Serang, Jumat (15/12/2023).

“Hari ini kita bersama-sama menyaksikan simulasi penggunaan metode Gasing ini, mudah-mudahan anak-anak di Provinsi Banten secara menyeluruh punya kemampuan kuantitatif sehingga dia mampu untuk menyikapi permasalahan di masa depan,” jelas Al Muktabar.

Ia menyampaikan, melalui metode Gasing yang diterapkan pada proses pembelajaran mampu mentransformasikan sistem nilai bagi motivasi belajar siswa.

Sehingga siswa memiliki motivasi belajar yang tinggi untuk mata pembelajaran eksakta.

“Oleh karenanya kita mulai mengedukasinya, ini merupakan bagian dari sistem nilai sehingga para siswa tampil berani dengan kemampuan yang dia miliki dan tentunya diiringi cita-cita mereka yang besar,” ungkapnya.

Al Muktabar menyebutkan, launching metode pembelajaran Gasing di Provinsi Banten ini merupakan launching metode Gasing yang pertama kali di Indonesia untuk tingkat SMA.

Ia berharap, kegiatan ini mampu mempermudah dan memperluas proses pembelajaran kuantitatif bagi guru dan siswa SMA se-Provinsi Banten.

“Ini akan sangat membantu proses pembelajaran, nanti kita akan banyak olimpiade sehingga hal itu mampu meningkatkan kapasitas dan proses pembelajaran kita,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten Tabrani menyampaikan, launching metode pembelajaran Gasing ini merupakan pengembangan metode pembelajaran yang kreatif.

“Karena banyak siswa yang menganggap mata pelajaran eksakta adalah mata pelajaran yang sulit. Melalui ini kita buktikan bahwa yang dianggap sulit masih bisa kita pelajari dengan metode atau cara yang lebih menyenangkan,” ujar Tabrani.

Disampaikan, sebelum launching, terdapat 64 siswa dan 32 guru per Kabupaten/Kota mengikuti pelatihan metode Gasing.

Yang mana, ia harap mampu membawa metode pembelajaran Gasing ini kepada sesama siswa dan guru di daerahnya masing-masing.

“Sebelumnya kita telah melaksanakan pelatihan, yang mana dari hasil pelatihan dan telah di launchingnya metode pembelajaran ini para peserta mampu mengimbaskan metode atau cara belajar yang mereka alami sendiri,” ungkap Tabrani.

Sementara itu, penggagas metode Gasing Yohanes Surya mengungkapkan metode pembelajaran ini merupakan metode yang memadukan antara audio dan visual.

Dimana, pada saat ini model tersebut sudah berbasis teknologi yang bisa diakses dimanapun dan kapanpun.

“Membuat pembelajaran eksakta seperti fisika ini menjadi pembelajaran yang sangat menyenangkan. Tidak hanya teori kita juga menjelaskan dengan menampilkan animasi sesederhana mungkin yang intinya bisa dipahami oleh para siswa,” jelasnya.

Ia menyebutkan, konsep pembelajaran menggunakan metode Gasing ini sudah dilengkapi dengan materi dan soal.

Selain itu, ia juga menambahkan beberapa eksperimen yang dianggap mampu menambah pemahaman mengenai materi yang sedang dipelajari.

“Di samping penjelasan soal dan materi, kita juga memberikan eksperimen yang menyenangkan bagi anak-anak. Eksperimen ini bisa dilakukan sendiri oleh siswa tentunya dengan pengawasan para guru,” pungkasnya.

Metode Gasing ini adalah proses langkah demi langkah, yang disusun sedemikian rupa dalam penguasaan materi yang dibangun dari pemahaman materi sebelumnya.

Pentingnya proses langkah demi langkah dalam metode Gasing ini tercermin sewaktu anak-anak belajar suatu topik, yang mana terdapat titik kritis yang harus mereka lewati. Setelah mencapai titik kritis ini mereka tidak akan sulit lagi mengerjakan soal dalam topik tersebut.



(red)

Kapolresta Serang Kota Berikan Penjelasan Duduk Perkara 351 Terhadap Pencuri Ternak Kambing
Artikel Selanjutnya

Kapolresta Serang Kota Berikan Penjelasan Duduk Perkara 351 Terhadap Pencuri Ternak Kambing

Penulis: Redaksi
Diterbitkan: 16 Desember 2023, 12:03 WIB · Diperbarui: 25 Maret 2026, 01:50 WIB

Berikan Opinimu

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE

Terkini

Suahasil Nazara Resmi Jadi Menkeu, Ini Rekam Jejaknya

Konten Redaksi Senin, 14 September 2026 | 20:54 WIB

Hari Ketujuh Nihil, Andra Soni Minta SAR Jangan Berhenti

Konten Redaksi Senin, 14 September 2026 | 20:49 WIB

Delegasi PWI Banten Gabung Ditpolairud Mabes Polri Cari 5 Wartawan Hilang di GAK

Konten Redaksi Minggu, 13 September 2026 | 09:02 WIB

PWI Banten Panjatkan Doa untuk Lima Wartawan Hilang

Konten Redaksi Sabtu, 12 September 2026 | 19:27 WIB

Andra Soni Turun ke Laut, Pantau Pencarian Lima Jurnalis dan Tiga Kru Kapal

Konten Redaksi Jumat, 11 September 2026 | 19:30 WIB

Hari Ketiga Pencarian Jurnalis Hilang di GAK, Tim SAR Temukan Pelampung Rusak

Konten Redaksi Kamis, 10 September 2026 | 19:30 WIB

Tim SAR Dapat Informasi Baru, Nelayan Ungkap Jejak Rombongan Jurnalis

Konten Redaksi Kamis, 10 September 2026 | 15:06 WIB

250 Personel Gabungan Sisir Laut Cari Rombongan Media Hilang di GAK

Konten Redaksi Kamis, 10 September 2026 | 12:11 WIB

Pemprov Banten Gandeng Konten Kreator Perangi Hoaks

Konten Redaksi Rabu, 9 September 2026 | 19:25 WIB

Investor Siap Kucurkan Hampir Rp1 Triliun untuk Dua Aset Banten

Konten Redaksi Rabu, 9 September 2026 | 19:21 WIB