Berdasarkan evaluasi yang dilakukannya, Helldy melihat harus ada keseriusan setiap camat. Dia meminta para camat dan lurah untuk bersinergi setahun sebelum digelarnya MTQ agar menghasilkan qari dan qariah terbaik.
"Tidak ada menang dadakan, semuanya perlu proses. Saya lihat ada kecamatan yang tidak full mengirim peserta sebanyak 56. Bagaiaman mau menang. Persiapan ke depan harus lebih matang lagi. PR (pekerjaan rumah) kami tinggal satu, MTQ ini. Yang lain sudah banyak perubahan," ungkapnya.
Helldy menjanjikan bagi peserta MTQ Kota Cilegon yang berprestasi di tingkat Provinsi Banten diberikan bonus berupa uang tunai Rp30 juta bagi juara I, juara II Rp20 juta dan juara III Rp10 juta.
"Sama seperti Popda (Pekan Olahraga Daerah), dimana kami menyiapkan Rp8 miliar karena di Popda Cilegon peringkat ke-4. Ayolah ke depan camat dan lurah kolaborasi buat rencana yang lebih matang agar MTQ kita juara," ucapnya.
Sementara itu, Ketua LPTQ Provinsi Banten Prof. Soleh Hidayat juga mengapresiasi para juara.
Ia yakin yang menjadi juara adalah hasil penilaian dewan hakim yang objektif. "Kepada para juara, silahkan dibina menghadapi MTQ Banten ke-XX di Kabupaten Tangerang," katanya.
Dia berharap MTQ yang digelar Pemkot Cilegon bisa meninggalkan kesan yang baik bagi masyarakat.
"Sia-sia ketika apa yang kita lakukan ini tidak meninggalkan kesan bagi masyarakat. Tujuan lain MTQ adalah wahana silaturahim, mendorong minat baca Alquran agar tidak ada lagi masyarakat yang buta huruf Alquran, serta menjadikan masyarakat soleh secara pribadi dan sosial," harapnya.