Selasa, 14 Juli 2026
Login Kirim Tulisan
Konten dari Pengguna

Mendorong Kepercayaan Diri Murid Baru, MIS AR-RAUDHOTUN NUR Perkuat Adaptasi Melalui Perkenalan di Hadapan Kakak Kelas

BAGIKAN:
Mendorong Kepercayaan Diri Murid Baru, MIS AR-RAUDHOTUN NUR...
0
Mendorong Kepercayaan Diri Murid Baru, MIS AR-RAUDHOTUN NUR Perkuat Adaptasi Melalui Perkenalan di Hadapan Kakak Kelas
Iklan

 

Garut, 14 Juli 2026 – Membangun kepercayaan diri sejak hari pertama memasuki lingkungan sekolah menjadi salah satu fokus utama dalam pelaksanaan Masa Ta'aruf Murid Madrasah (MATAMUDA) di MIS AR-RAUDHOTUN NUR Tahun Pelajaran 2026/2027. Melalui kegiatan sederhana namun bermakna, setiap murid baru diberikan kesempatan untuk memperkenalkan diri secara langsung di hadapan kakak kelas, guru, serta seluruh warga madrasah. Kegiatan ini dirancang sebagai bagian dari proses pembentukan karakter yang bertujuan menumbuhkan keberanian, kemampuan berkomunikasi, serta rasa percaya diri sejak dini. Madrasah meyakini bahwa lingkungan belajar yang memberikan ruang kepada setiap anak untuk tampil dan menyampaikan pendapat akan menjadi pondasi penting dalam membentuk pribadi yang mandiri, aktif, dan siap menghadapi berbagai tantangan pembelajaran di masa mendatang.

Kepercayaan diri merupakan salah satu kompetensi dasar yang harus dimiliki setiap peserta didik. Tidak sedikit anak yang sebenarnya memiliki kemampuan akademik, kreativitas, maupun potensi kepemimpinan yang baik, tetapi memilih untuk menyembunyikan kemampuannya karena rasa malu, takut melakukan kesalahan, atau belum mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan baru. Kondisi tersebut menjadi perhatian serius MIS AR-RAUDHOTUN NUR dalam menyusun rangkaian kegiatan MATAMUDA. Melalui sesi perkenalan terbuka, murid tidak hanya belajar menyebutkan nama, asal sekolah, maupun cita-cita, tetapi juga belajar mengelola rasa gugup, membangun keberanian berbicara di depan umum, serta mulai menjalin hubungan sosial dengan teman dan kakak kelas. Suasana yang hangat, penuh apresiasi, dan jauh dari rasa takut sengaja diciptakan agar setiap murid merasa diterima sebagai bagian dari keluarga besar madrasah.

img20260713091214.webp

Guru Kelas I, Susi Nuraisyah, S.Pd.I., Gr, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar agenda seremonial dalam Masa Ta'aruf, melainkan bagian dari strategi pembelajaran karakter yang akan memberikan dampak jangka panjang terhadap perkembangan peserta didik. Menurutnya, kemampuan beradaptasi dengan lingkungan baru akan lebih mudah tumbuh ketika seorang anak berani memperkenalkan dirinya kepada orang lain. "Kami ingin anak-anak merasa bahwa madrasah adalah rumah kedua yang aman dan menyenangkan. Dengan memperkenalkan diri di hadapan kakak kelas, mereka belajar mengatasi rasa malu sekaligus mulai mengenal lingkungan sosial yang baru. Dari sinilah proses adaptasi, komunikasi, dan rasa percaya diri mulai tumbuh secara alami," ungkap Susi Nuraisyah. 

Hal senada disampaikan oleh Insan Faisal Ibrahim, S.Pd., Gr, selaku Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum. Ia menilai bahwa setiap anak memiliki karakter, minat, bakat, dan cara belajar yang berbeda sehingga madrasah harus mampu menyediakan ruang yang memungkinkan seluruh potensi tersebut berkembang secara optimal. "Murid di Madrasah Ibtidaiyah memiliki keunikan tersendiri dalam mengembangkan minat dan bakatnya. Salah satu cara paling efektif untuk mengenali potensi tersebut adalah dengan terlebih dahulu membangun kepercayaan diri mereka. Ketika anak berani berbicara, berani tampil, dan berani mengekspresikan dirinya, guru akan lebih mudah mengidentifikasi kemampuan yang dimiliki sehingga pembinaan dapat dilakukan secara lebih tepat," jelasnya. 

Pelaksanaan kegiatan ini juga mencerminkan komitmen MIS AR-RAUDHOTUN NUR dalam menghadirkan pembelajaran yang berpihak kepada murid sesuai dengan semangat pendidikan yang humanis. Selama proses perkenalan berlangsung, seluruh kakak kelas diberikan arahan untuk memberikan contoh sikap yang santun, menghargai setiap penampilan adik kelas, serta tidak melakukan tindakan yang dapat menurunkan rasa percaya diri mereka. Budaya saling menyemangati tersebut menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan madrasah yang aman, ramah anak, dan bebas dari perundungan. Dengan demikian, setiap murid baru memperoleh pengalaman pertama yang positif sehingga memiliki keberanian untuk aktif bertanya, menjawab pertanyaan guru, mengikuti berbagai kegiatan sekolah, serta berpartisipasi dalam pengembangan bakat dan minat selama menempuh pendidikan di madrasah.

Melalui kegiatan perkenalan sederhana ini, MIS AR-RAUDHOTUN NUR kembali menegaskan bahwa pendidikan karakter harus dimulai dari langkah-langkah kecil yang dilakukan secara konsisten. Menumbuhkan kepercayaan diri bukan hanya menjadi tanggung jawab guru kelas, tetapi juga seluruh warga madrasah, termasuk kakak kelas yang berperan sebagai teladan bagi adik-adiknya. Diharapkan pengalaman awal yang menyenangkan selama MATAMUDA akan menjadi bekal berharga bagi murid untuk terus berkembang menjadi generasi yang berani, santun, kreatif, percaya diri, serta mampu mengoptimalkan seluruh potensi yang dimilikinya. Dengan lingkungan belajar yang suportif dan penuh penghargaan, madrasah optimistis setiap anak akan tumbuh menjadi pribadi yang tidak hanya unggul dalam prestasi akademik, tetapi juga matang dalam karakter, keterampilan sosial, dan kesiapan menghadapi tantangan masa depan.

 

Kontributor      : Insan Faisal Ibrahim, S.Pd

Satuan Kerja   : MIS AR-RAUDHOTUN NUR

Iklan
Siswa Kelas VI MIS Ar-Raudhotun Nur Suarakan Gerakan Anti Bullying kepada Adik Kelas sebagai Wujud Kepedulian dan Keteladanan
Artikel Selanjutnya

Siswa Kelas VI MIS Ar-Raudhotun Nur Suarakan Gerakan Anti Bullying kepada Adik Kelas sebagai Wujud Kepedulian dan Keteladanan

Artikel ini merupakan tanggung jawab kontributor dan tidak mencerminkan pandangan redaksi distrikbantennews.com.
Iklan
Iklan
Kontributor: KABAR AR-RAUDHOTUN NUR
Diterbitkan: 14 Juli 2026, 15:34 WIB · Diperbarui: 14 Juli 2026, 18:09 WIB

Berikan Opinimu

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE

Terkini