Garut, 14 Juli 2026 – Masa Ta'aruf Murid Madrasah (MATAMUDA) di MIS AR-RAUDHOTUN NUR Tahun Pelajaran 2026/2027 tidak hanya dimanfaatkan untuk memperkenalkan lingkungan belajar, guru, serta tata tertib madrasah, tetapi juga menjadi momentum untuk menanamkan budaya dan karakter yang akan melekat pada diri peserta didik selama menempuh pendidikan. Salah satu materi yang diperkenalkan kepada murid baru adalah kebiasaan mengenakan seragam Pramuka pada setiap tanggal 14 setiap bulan. Pengenalan ini diberikan agar sejak awal para murid memahami bahwa penggunaan seragam Pramuka bukan sekadar kewajiban administratif ataupun rutinitas berpakaian, melainkan bagian dari proses pembentukan karakter yang menanamkan nilai-nilai kedisiplinan, tanggung jawab, kemandirian, kepedulian, dan semangat kebersamaan. Dengan memahami makna di balik setiap kebiasaan yang diterapkan madrasah, peserta didik diharapkan mampu menjalankan setiap aturan dengan penuh kesadaran, bukan karena merasa dipaksa.
Dalam kegiatan tersebut, murid baru diperlihatkan bagaimana cara mengenakan atribut Pramuka dengan benar sekaligus diperkenalkan mengenai makna Gerakan Pramuka sebagai wadah pendidikan karakter bagi anak-anak. Guru memberikan penjelasan bahwa seragam Pramuka bukan hanya simbol organisasi, melainkan identitas yang mencerminkan kesiapan seorang peserta didik untuk belajar menjadi pribadi yang mandiri, berani menghadapi tantangan, mampu bekerja sama, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan sesama. Antusiasme murid tampak begitu tinggi ketika mereka mengenakan seragam Pramuka untuk pertama kalinya di lingkungan madrasah. Bagi sebagian besar murid baru, pengalaman tersebut menjadi momen yang membanggakan karena mereka mulai merasa menjadi bagian dari keluarga besar MIS AR-RAUDHOTUN NUR sekaligus mulai memahami budaya positif yang akan mereka jalani selama bersekolah.

Susi Nuraisyah, S.Pd.I., Gr, selaku Guru Kelas I sekaligus Pembina Pramuka, menegaskan bahwa pengenalan budaya berpakaian Pramuka harus disampaikan bersama makna yang terkandung di dalamnya. Menurutnya, pendidikan karakter akan lebih mudah diterima apabila peserta didik memahami alasan di balik setiap aturan yang berlaku di madrasah. "Kami ingin anak-anak mengetahui bahwa mengenakan baju Pramuka setiap tanggal 14 bukan sekadar mematuhi kebijakan madrasah. Lebih dari itu, seragam ini mengajarkan nilai kemandirian, kedisiplinan, tanggung jawab, kerja sama, dan keberanian. Ketika anak memakai seragam Pramuka, mereka diingatkan untuk membawa semangat tersebut dalam setiap aktivitas belajar maupun kehidupan sehari-hari," jelas Susi.
Susi juga menambahkan bahwa pendidikan karakter tidak cukup hanya diberikan melalui teori, tetapi harus dibiasakan melalui kegiatan yang dilakukan secara konsisten sehingga menjadi bagian dari kebiasaan positif peserta didik. Tidak hanya memberikan pembinaan kepada murid, Susi juga mengajak seluruh orang tua untuk menjadi mitra aktif madrasah dalam menanamkan disiplin kepada anak-anak. Menurutnya, keberhasilan pembentukan karakter tidak dapat dilakukan oleh sekolah sendiri tanpa dukungan keluarga. "Kami berharap orang tua ikut berkolaborasi bersama madrasah. Salah satu bentuk dukungan yang sederhana tetapi sangat berarti adalah selalu mengingatkan putra-putrinya bahwa setiap tanggal 14 mereka harus mengenakan seragam Pramuka dengan lengkap dan rapi. Kebiasaan kecil seperti ini akan melatih anak untuk disiplin, bertanggung jawab terhadap perlengkapannya sendiri, sekaligus menghargai aturan yang berlaku," ungkapnya.
Melalui pengenalan budaya Pramuka sejak hari pertama menjadi bagian dari madrasah, MIS AR-RAUDHOTUN NUR kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun generasi yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga kuat dalam karakter. Madrasah meyakini bahwa kebiasaan sederhana, seperti mengenakan seragam Pramuka pada setiap tanggal 14 dengan penuh kesadaran, dapat menjadi langkah awal untuk membentuk pribadi yang disiplin, mandiri, bertanggung jawab, dan mampu hidup berdampingan dengan orang lain. Sinergi antara guru, peserta didik, dan orang tua menjadi kunci utama dalam mewujudkan tujuan tersebut. Dengan kolaborasi yang terus terjalin, diharapkan setiap murid tumbuh menjadi insan yang berakhlak mulia, mencintai nilai-nilai kepramukaan, serta siap menjadi generasi penerus bangsa yang tangguh, berintegritas, dan mampu memberikan manfaat bagi lingkungan di sekitarnya.
Kontributor : Insan Faisal Ibrahim, S.Pd
Satuan Kerja : MIS AR-RAUDHOTUN NUR