“Keberhasilan kegiatan bukan keberhasilan panitia, tetapi keberhasilan seluruh peserta dan masyarakat Padarincang,” ujarnya.
Meriahnya Festival Gabrugan sekaligus memperlihatkan bahwa kebudayaan lokal masih memiliki tempat penting di tengah masyarakat. Ketika generasi muda, orang tua, pelajar, mahasiswa, petani dan pegiat seni dapat tampil dalam satu panggung, festival menjadi lebih dari sekadar pertunjukan.
Di sisi lain, dorongan agar Festival Gabrugan masuk dalam KEN menjadi peluang bagi masyarakat Padarincang untuk memperkenalkan budaya lokal kepada khalayak yang lebih luas. Jika terealisasi, festival tersebut berpotensi menjadi salah satu magnet wisata budaya di Kabupaten Serang dan Provinsi Banten.
Pengembangan festival secara berkelanjutan juga diharapkan dapat memberikan ruang lebih besar bagi seniman lokal untuk berkarya sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Ke depan, Festival Gabrugan diharapkan tidak hanya menjadi agenda tahunan masyarakat Padarincang, tetapi dapat berkembang menjadi event budaya yang memiliki daya tarik lebih luas. Dengan dukungan pemerintah, masyarakat, pelaku seni dan berbagai pemangku kepentingan, festival tersebut berpeluang menjadi contoh bagaimana tradisi lokal dapat dikemas menjadi kekuatan budaya dan pariwisata tanpa kehilangan akar masyarakat yang melahirkannya.