SERANG – Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah mendorong seluruh pemerintah desa di Banten memanfaatkan lahan tidur untuk meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat kemandirian pangan masyarakat.
Menurut Dimyati, pemanfaatan lahan yang belum produktif menjadi penting di tengah tantangan pangan global. Desa dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi pusat produksi pangan dan penggerak ekonomi masyarakat.
Hal itu disampaikan Dimyati saat menghadiri Musyawarah Daerah (Musda) I Dewan Pimpinan Daerah Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (DPD Apdesi) Merah Putih Provinsi Banten di Aston Anyer Beach Hotel, Kabupaten Serang, Jumat (7/8/2026).
Dimyati mengatakan, berbagai program pemerintah pusat dapat dimanfaatkan desa sesuai dengan potensi masing-masing wilayah. Ia mencontohkan konsep desa tematik, seperti desa melon, desa nanas, hingga desa perikanan.
“Semua bisa dikembangkan sesuai potensi desa masing-masing. Kalau ada lahan yang belum dimanfaatkan, mari kita dorong menjadi lahan produktif,” ujar Dimyati.
Ia optimistis konsep tersebut dapat diterapkan di seluruh desa di Banten. Terlebih, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto merupakan putra Banten.
“Saya yakin Banten menjadi prioritas dalam menjalankan program-program untuk mewujudkan kemandirian desa,” katanya.
Dimyati juga meminta pemerintah provinsi dan kabupaten/kota memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat hingga tingkat desa. Program yang telah siap, menurutnya, harus segera direalisasikan agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.