Ikuti Kami
Selasa, 14 Juli 2026 Versi Web

Sambut Orang Tua dan Murid dengan Hangat, Guru-Guru RA Kampanyekan Gerakan Sambut Ceria pada MATAMURA

Kontributor: KABAR AR-RAUDHOTUN NUR
Selasa, 14 Juli 2026 | 17:00 WIB
Facebook
X
WhatsApp
Lainnya

 

Garut, 14 Juli 2026 – Suasana penuh senyum, sapaan hangat, dan semangat kebersamaan mewarnai pelaksanaan Masa Ta'aruf Murid RA (MATAMURA) Tahun Pelajaran 2026/2027 di RA Ar-Raudhotun Nur. Sejak pagi hari, para guru telah bersiap di gerbang madrasah untuk menyambut kedatangan murid baru beserta orang tua mereka melalui Gerakan Sambut Ceria, sebuah budaya positif yang sengaja dibangun untuk menghadirkan kesan pertama yang menyenangkan bagi setiap anak. Bagi peserta didik usia dini, hari pertama memasuki lingkungan sekolah merupakan pengalaman yang penuh tantangan. Mereka harus beradaptasi dengan tempat baru, bertemu guru yang belum dikenal, serta mulai berinteraksi dengan teman-teman sebaya. Oleh karena itu, madrasah meyakini bahwa sambutan yang ramah, penuh kasih sayang, dan menyenangkan akan membantu anak merasa aman, diterima, serta lebih percaya diri dalam memulai perjalanan pendidikannya.

Gerakan Sambut Ceria tidak hanya diwujudkan melalui senyuman dan ucapan selamat datang, tetapi juga melalui berbagai bentuk perhatian sederhana yang mampu membuat anak merasa nyaman. Guru-guru menyapa setiap murid dengan menyebut namanya, mengajak berbincang secara santai, memberikan pelukan hangat bagi anak yang membutuhkan, serta menyemangati mereka sebelum memasuki ruang kelas. Di saat yang sama, para orang tua juga disambut dengan sikap ramah dan penuh penghormatan sebagai mitra utama dalam pendidikan anak. Pendekatan tersebut menciptakan suasana yang hangat dan humanis sehingga kecemasan yang kerap muncul pada hari pertama sekolah dapat berkurang secara alami. Tidak sedikit murid yang awalnya tampak malu dan enggan berpisah dengan orang tuanya, kemudian mulai tersenyum, berani bergabung bersama teman-teman, bahkan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan MATAMURA dengan antusias.

Kepala RA Ar-Raudhotun Nur, Hj. Ai Saidah Madsahi, S.Pd, menegaskan bahwa kesan pertama yang diterima seorang anak akan memberikan pengaruh besar terhadap kenyamanan mereka selama belajar di madrasah. Menurutnya, guru RA bukan hanya bertugas mengajarkan kemampuan dasar membaca, berhitung, atau menulis, tetapi juga menjadi sosok yang menghadirkan rasa aman dan kasih sayang bagi setiap peserta didik. "Guru-guru RA harus senantiasa menyambut murid dengan penuh semangat, senyum yang tulus, dan hati yang bahagia. Anak usia dini sangat peka terhadap suasana di sekitarnya. Ketika mereka disambut dengan penuh kehangatan, mereka akan merasa diterima, dicintai, dan lebih mudah beradaptasi dengan lingkungan sekolah. Itulah mengapa Gerakan Sambut Ceria menjadi budaya yang terus kami bangun di RA Ar-Raudhotun Nur," ungkapnya.

Lebih lanjut, Hj. Ai Saidah Madsahi menjelaskan bahwa keberhasilan pendidikan anak usia dini tidak hanya ditentukan oleh kualitas pembelajaran di dalam kelas, tetapi juga oleh kuatnya hubungan antara madrasah dan keluarga. Menurutnya, komunikasi yang baik dengan orang tua merupakan fondasi penting dalam membangun karakter anak secara berkelanjutan. "Kami selalu mengingatkan seluruh guru agar menjaga hubungan baik dengan semua orang tua murid. Pendidikan karakter tidak akan pernah berjalan optimal apabila sekolah dan keluarga berjalan sendiri-sendiri. Anak menghabiskan waktunya bersama guru di madrasah dan bersama orang tua di rumah. Karena itu, keduanya harus memiliki semangat dan tujuan yang sama dalam mendidik," jelasnya. 

Hj. Ai juga menambahkan bahwa semangat kolaborasi tersebut semakin relevan dengan implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang menempatkan kasih sayang, penghormatan, dan kepedulian sebagai nilai utama dalam seluruh proses pendidikan. "Kurikulum Berbasis Cinta tidak hanya berbicara tentang pembelajaran di kelas, tetapi juga tentang bagaimana guru, orang tua, dan anak membangun hubungan yang saling menghargai dan saling menguatkan. Ketika cinta menjadi dasar pendidikan, maka anak akan tumbuh dalam lingkungan yang sehat, nyaman, dan penuh kebahagiaan," tambahnya.

Melalui Gerakan Sambut Ceria pada kegiatan MATAMURA, RA Ar-Raudhotun Nur kembali menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pendidikan anak usia dini yang humanis, ramah anak, dan berorientasi pada pembentukan karakter sejak langkah pertama mereka memasuki dunia sekolah. Madrasah percaya bahwa senyuman seorang guru, sapaan yang tulus, perhatian kepada orang tua, serta suasana belajar yang penuh kehangatan merupakan investasi besar bagi tumbuh kembang anak. Dengan sinergi yang erat antara guru dan keluarga, setiap peserta didik diharapkan mampu menjalani proses adaptasi dengan lebih mudah, tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri, berakhlak mulia, serta memiliki rasa kasih sayang terhadap sesama. Semangat inilah yang terus dihidupkan oleh RA Ar-Raudhotun Nur sebagai bagian dari ikhtiar menciptakan lingkungan pendidikan yang tidak hanya mencerdaskan, tetapi juga memanusiakan setiap anak melalui nilai-nilai cinta, kepedulian, dan kebersamaan.

 

Kontributor      : Insan Faisal Ibrahim, S.Pd

Satuan Kerja   : MIS AR-RAUDHOTUN NUR

 

Kontributor: KABAR AR-RAUDHOTUN NUR
Selasa, 14 Juli 2026 | 17:00 WIB
Artikel ini merupakan tanggung jawab kontributor dan tidak mencerminkan pandangan redaksi Distrik Banten News - Berita Banten Terkini, Terlengkap dan Terbaru Hari Ini.
Artikel Selanjutnya

Kenalkan Nilai Kemandirian Sejak Dini, MIS AR-RAUDHOTUN NUR Perkenalkan Budaya Berpakaian Pramuka kepada Murid Baru Setiap Tanggal 14

Mode AMP — versi ringan & cepat
Versi Lengkap

Terkini

↑ Kembali ke atas
Sambut Orang Tua dan Murid dengan Hangat, Guru-Guru RA Kampanyekan Gerakan Sambut Ceria pada MATAMURA

Bagikan artikel ini melalui