AYAH, Bolehkah Aku Membeli Waktumu?
Waktu seolah berhenti.
Gibran menatap celengan itu, lalu menatap Raka. Ada sesuatu di mata anak itu—sesuatu yang seharusnya belum dimiliki oleh anak usia lima tahun.
“Raka… maksudnya apa?” suara Gibran melemah.
Raka menggenggam ujung baju ayahnya.
“Kata Ayah, kerja itu buat cari uang, kan? Supaya Raka senang…” ucapnya perlahan. “Tapi Raka lebih senang kalau Ayah ada di rumah… main sama Raka.”
Gibran membeku.
“Kalau uangnya kurang, Raka nabung lagi nanti… yang penting Ayah jangan kerja terus…”
Suara kecil itu terdengar begitu jujur. Begitu tulus. Tanpa tuntutan. Tanpa marah.
Namun justru itulah yang membuat hati Gibran terasa diremas.
Kontributor: Insan Faisal Ibrahim
Selasa, 7 April 2026 | 14:20 WIB
Artikel ini merupakan tanggung jawab kontributor dan tidak mencerminkan pandangan redaksi Distrik Banten News - Berita Banten Terkini, Terlengkap dan Terbaru Hari Ini.