Ikuti Kami
Jumat, 10 Juli 2026 Versi Web

AYAH, Bolehkah Aku Membeli Waktumu?

Kontributor: Insan Faisal Ibrahim
Selasa, 7 April 2026 | 14:20 WIB
Facebook
X
WhatsApp
Lainnya

Hujan turun perlahan sore itu. Rintiknya mengetuk kaca jendela, seperti seseorang yang ingin masuk, namun ragu untuk benar-benar datang.

Di ruang kerja kecil di sudut rumah, Gibran masih menatap layar laptopnya. Jemarinya bergerak cepat, sesekali berhenti untuk mengusap kening yang mulai berkeringat.

Jam di dinding menunjukkan pukul 18.30, tetapi baginya waktu seolah tak lagi memiliki arti. Deadline, target, dan laporan berputar tanpa henti di kepalanya.

Di balik pintu, sepasang mata kecil mengintip.

“Ayah…?”

Suara itu pelan, hampir tenggelam oleh suara hujan. Namun Gibran mendengarnya. Ia menoleh sekilas, lalu kembali menatap layar.

“Iya, Nak. Sebentar ya, Ayah lagi kerja,” jawabnya singkat.

Anak kecil itu tetap berdiri di sana. Raka, usia lima tahun, mengenakan kaus bergambar mobil kesayangannya, menggenggam sebuah mainan kecil di tangannya.

“Sebentar itu berapa lama, Yah?” tanyanya polos.

Kontributor: Insan Faisal Ibrahim
Selasa, 7 April 2026 | 14:20 WIB
Artikel ini merupakan tanggung jawab kontributor dan tidak mencerminkan pandangan redaksi Distrik Banten News - Berita Banten Terkini, Terlengkap dan Terbaru Hari Ini.
Artikel Selanjutnya

Puisi Terbaru Imron Ramadhan yang Mungkin Dapat Menggambarkan Perasaanmu

Mode AMP — versi ringan & cepat
Versi Lengkap

Terkini

AYAH, Bolehkah Aku Membeli Waktumu?

Selasa, 7 April 2026 | 14:20 WIB
↑ Kembali ke atas
AYAH, Bolehkah Aku Membeli Waktumu?

Bagikan artikel ini melalui