Ikuti Kami
Jumat, 10 Juli 2026 Versi Web

AYAH, Bolehkah Aku Membeli Waktumu?

Kontributor: Insan Faisal Ibrahim
Selasa, 7 April 2026 | 14:20 WIB
Facebook
X
WhatsApp
Lainnya

Ayahnya dulu bekerja keras, tetapi hasilnya tak pernah cukup.

Sejak saat itu, Gibran berjanji bahwa anaknya tidak boleh merasakan hal yang sama. Ia ingin memberikan segalanya—mainan terbaik, pendidikan terbaik, dan kehidupan yang lebih layak.

Namun, tanpa disadari, ada satu hal yang perlahan ia ambil dari Raka.

Waktu.

Malam itu, hujan sudah reda. Gibran keluar dari ruang kerjanya sekitar pukul 21.30. Ia meregangkan badan, merasa sedikit lega karena pekerjaannya selesai.

“Raka?” panggilnya.

Tidak ada jawaban.

Ia melangkah ke ruang tengah dan menemukan Raka tertidur di lantai, masih memeluk mobil-mobilannya. Televisi masih menyala, menampilkan kartun yang sudah lama selesai.

Gibran terdiam.

Ia mendekat, mengangkat tubuh kecil itu, dan membawanya ke kamar. Saat menyelimuti Raka, ia menatap wajah polos anaknya—tenang dan damai.

“Maaf ya, Nak…” bisiknya pelan.

Kontributor: Insan Faisal Ibrahim
Selasa, 7 April 2026 | 14:20 WIB
Artikel ini merupakan tanggung jawab kontributor dan tidak mencerminkan pandangan redaksi Distrik Banten News - Berita Banten Terkini, Terlengkap dan Terbaru Hari Ini.
Artikel Selanjutnya

Puisi Terbaru Imron Ramadhan yang Mungkin Dapat Menggambarkan Perasaanmu

Mode AMP — versi ringan & cepat
Versi Lengkap

Terkini

AYAH, Bolehkah Aku Membeli Waktumu?

Selasa, 7 April 2026 | 14:20 WIB
↑ Kembali ke atas
AYAH, Bolehkah Aku Membeli Waktumu?

Bagikan artikel ini melalui