Polri Bangun Laboratorium Sosial Sains di Akpol Semarang, Uji Pendekatan Pemolisian
"Laboratorium ini tidak hanya menjadi ruang eksperimen, tetapi juga wahana pembelajaran untuk membentuk karakter personel Polri yang unggul, adaptif, serta berorientasi pada pelayanan masyarakat," tambahnya. Keberadaan laboratorium ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan profesionalitas serta pemuliaan profesi Polri.
Polri berkomitmen menghadirkan praktik kepolisian yang semakin ilmiah, transparan, dan akuntabel dengan memperkuat fondasi akademik dan riset. Sejalan dengan itu, Polri mengembangkan jejaring Pusat Studi Kepolisian bersama perguruan tinggi di seluruh Indonesia.
Jejaring ini menjadi ekosistem penguatan ilmu kepolisian nasional. Hingga saat ini, sudah ada 15 perguruan tinggi dengan 30 Pusat Studi Kepolisian yang siap operasional dan telah memiliki Perjanjian Kerja Sama .
Selain itu, 17 perguruan tinggi lainnya juga telah memiliki PKS kerja sama. Secara keseluruhan, terdapat 47 Perjanjian Kerja Sama dengan perguruan tinggi nasional.
Sebanyak 30 Pusat Studi Kepolisian menjadi bagian dari jaringan pengembangan ilmu kepolisian nasional. Sebagai tindak lanjut, pusat-pusat studi yang telah siap operasional akan segera melaksanakan Forum Group Discussion .
FGD ini akan membahas berbagai isu strategis kepolisian. Isu yang dibahas meliputi keamanan nasional, transformasi pelayanan publik, perkembangan kejahatan siber, hingga pendekatan keamanan berbasis masyarakat.
FGD tersebut diharapkan menghasilkan rekomendasi kebijakan dan inovasi. Rekomendasi ini dapat memperkuat peran Polri dalam menjaga keamanan serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Kolaborasi dengan dunia akademik kini membentang dari Aceh hingga Papua. Polri menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan pendekatan kepolisian yang ilmiah, adaptif, dan responsif terhadap dinamika sosial.