Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara berkomitmen mengarahkan anggaran daerah pada program yang langsung berdampak bagi masyarakat. Prioritas utama adalah menekan angka kemiskinan serta memperluas akses layanan pendidikan dan kesehatan.
Penegasan ini disampaikan Gubernur Sultra Mayjen TNI Andi Sumangerukka saat memimpin apel gabungan Aparatur Sipil Negara . Apel berlangsung di Lapangan Kantor Gubernur Sultra pada Senin (30/3/2026).
Apel gabungan itu dihadiri oleh Sekda Sultra, Staf Ahli Gubernur, para Asisten Sekda, Kepala Organisasi Perangkat Daerah , Kepala Biro, pejabat struktural dan fungsional, serta ribuan ASN. Dalam arahannya, gubernur menekankan efisiensi anggaran secara menyeluruh.
Kondisi fiskal daerah saat ini menuntut setiap OPD menyusun program secara cermat dan tepat sasaran. Mereka diminta menghindari kegiatan yang tidak memberikan dampak langsung kepada masyarakat.
“Anggaran kita terbatas, sehingga setiap pengeluaran harus diprioritaskan pada kebutuhan nyata masyarakat. Tidak boleh ada pemborosan, termasuk belanja perjalanan dinas yang tidak mendesak,” tegas Gubernur Andi Sumangerukka.
Ia menambahkan, efisiensi anggaran menjadi langkah strategis untuk menghadapi dinamika global yang turut berdampak pada kondisi ekonomi daerah. Arah kebijakan pembangunan difokuskan pada upaya memutus mata rantai kemiskinan.
Saat ini, angka kemiskinan di Sulawesi Tenggara masih berada di kisaran 10 persen. Gubernur ingin program pemerintah mampu menjawab persoalan kemiskinan secara konkret.
“Program pemerintah harus mampu menjawab persoalan kemiskinan secara konkret. Intervensi harus tepat sasaran agar masyarakat benar-benar merasakan manfaatnya,” ujar Andi Sumangerukka.