Kasus penipuan dengan modus mengatasnamakan jasa ekspedisi kembali terjadi. Kali ini, pelaku mencatut nama J&T Express untuk memperdaya korban melalui komunikasi pribadi.

Seorang pengguna media sosial dengan akun kysrjun mengaku menjadi korban penipuan berkedok pengiriman paket. Dalam unggahannya, ia menceritakan kronologi kejadian yang bermula saat dirinya dihubungi oleh seseorang yang mengaku sebagai pihak J&T.
Pelaku berdalih bahwa sistem pembayaran Cash on Delivery (COD) sedang mengalami gangguan akibat adanya kurir yang membawa kabur uang. Dengan alasan tersebut, korban diminta untuk melakukan transfer terlebih dahulu agar paket bisa dikirim.
“Awalnya disuruh transfer dulu, katanya sistem COD lagi bermasalah. Setelah ditransfer, malah dibilang nominalnya salah dan diminta transfer ulang,” tulis korban dalam unggahannya, Senin (23/3/2026).
Korban baru menyadari telah tertipu setelah diminta melakukan transfer kedua. Ia mengaku merasa sedih, terlebih kejadian tersebut terjadi usai momen Lebaran, di mana kondisi keuangan belum sepenuhnya stabil.
Tak hanya itu, korban juga menyampaikan bahwa kejadian ini menjadi pelajaran penting bagi dirinya dan keluarga untuk lebih berhati-hati terhadap segala bentuk penipuan, terutama yang mengatasnamakan layanan resmi.
Perlu diketahui, pihak J&T Express sendiri selama ini kerap mengimbau masyarakat melalui akun media sosial resminya agar tidak mudah percaya terhadap oknum yang meminta pembayaran di luar prosedur resmi. J&T menegaskan bahwa sistem COD tidak pernah meminta pelanggan melakukan transfer di awal.
Masyarakat diimbau untuk selalu melakukan verifikasi terhadap informasi yang diterima, tidak mudah tergiur atau panik, serta memastikan transaksi hanya dilakukan melalui kanal resmi.
Cara Melaporkan Penipuan Online: Panduan Edukasi untuk Masyarakat