DISTRIKBANTENNEWS.COM, Yogyakarta - Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta mengimbau masyarakat untuk tetap aktif secara fisik saat menjalankan ibadah puasa. Imbauan ini disertai panduan mengenai waktu dan intensitas olahraga yang dianjurkan.
Langkah ini bertujuan agar tubuh tetap bugar sepanjang bulan Ramadan. Edukasi kesehatan tersebut merupakan bagian dari kampanye Gerakan Masyarakat Hidup Sehat.
Program tersebut mendorong masyarakat menerapkan gaya hidup sehat, termasuk menjaga kebugaran tubuh. Dinkes Yogyakarta menyarankan aktivitas fisik dapat dilakukan sekitar 30 hingga 60 menit sebelum waktu berbuka puasa.
Pada waktu tersebut, masyarakat dianjurkan berolahraga dengan intensitas ringan. Contohnya adalah jalan cepat, bersepeda santai, atau yoga.
Aktivitas ini membantu tubuh membakar sisa glikogen. Selain itu, tubuh juga akan memanfaatkan cadangan lemak sebagai sumber energi.
Olahraga juga bisa dilakukan sebelum waktu sahur. Aktivitas fisik dengan intensitas ringan hingga sedang direkomendasikan pada waktu tersebut.
Tujuannya untuk membantu meningkatkan metabolisme tubuh. Dengan begitu, tubuh akan lebih siap menjalani aktivitas sepanjang hari.
Untuk aktivitas fisik dengan intensitas lebih tinggi, Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta menyarankan setelah makan besar pada malam hari. Waktu yang tepat adalah sekitar dua hingga tiga jam setelah berbuka.
Pada waktu tersebut, tubuh telah kembali mendapatkan asupan energi yang cukup. memungkinkan tubuh untuk melakukan olahraga yang lebih berat, seperti berlari atau latihan beban.
Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta berharap masyarakat dapat menjaga kebugaran tubuh selama berpuasa melalui panduan ini. Aktivitas fisik yang dilakukan dengan waktu dan intensitas tepat dinilai dapat membantu menjaga kesehatan serta meningkatkan daya tahan tubuh selama Ramadan.
***