Minggu, 5 Juli 2026
Login Kirim Tulisan

RS AMC Jogja Bekali 30 Tenaga Kesehatan Tangani Kegawatdaruratan Psikiatri

BAGIKAN:
RS AMC Jogja Bekali 30 Tenaga Kesehatan Tangani Kegawatdarur...
0
RS AMC Jogja Bekali 30 Tenaga Kesehatan Tangani Kegawatdaruratan Psikiatri
Rumah Sakit AMC Jogja membekali 30 tenaga kesehatan dengan pelatihan penanganan kegawatdaruratan psikiatri di aula rumah sakit. (Dok. Ist)
Iklan

Rumah Sakit AMC di Jogja menggelar pelatihan penanganan kegawatdaruratan psikiatri. Sebanyak 30 tenaga kesehatan mengikuti kegiatan ini di aula lantai 5 pada Jumat kemarin (13/3/2026).

Pelatihan ini ditujukan bagi tenaga kesehatan di lini terdepan pelayanan rumah sakit. Khususnya petugas penerima pasien di Instalasi Gawat Darurat .

Mereka diharapkan lebih siap menghadapi kemungkinan kedatangan pasien dengan gangguan kejiwaan. Pelatihan ini penting agar tenaga kesehatan mampu merespons kondisi psikiatri darurat secara cepat dan tepat.

“Pelatihan ini penting agar tenaga kesehatan mampu merespons kondisi psikiatri darurat secara cepat dan tepat,” ujar salah satu pemateri dalam kegiatan tersebut.

Materi pertama mengenai kegawatdaruratan psikiatri disampaikan oleh Warih Andan Puspitosari. Peserta mendapatkan penguatan pemahaman berbagai kondisi darurat psikiatri yang membutuhkan penanganan segera.

“Peserta juga dibekali pengetahuan terkait penggunaan obat-obatan yang disesuaikan dengan tingkat gejala yang dialami pasien,” jelas Warih Andan Puspitosari. Pelatihan kemudian dilanjutkan dengan materi penatalaksanaan kegawatdaruratan psikiatri.

Materi ini disampaikan oleh Shanti Wardaningsih. Ia menekankan pentingnya teknik deeskalasi serta komunikasi terapeutik untuk meredakan ketegangan pasien.

“Pendekatan yang tepat dalam situasi krisis sangat menentukan keberhasilan penanganan pasien dengan gangguan psikiatri,” ungkap Shanti Wardaningsih.

Pada sesi berikutnya, Yonni Priantoro memandu praktik teknik restrain. Ini adalah prosedur pembatasan gerak pasien sesuai standar keselamatan medis.

Melalui simulasi, peserta dilatih bertindak aman dan terukur. Tujuannya saat menghadapi pasien yang agresif atau berisiko membahayakan diri sendiri maupun orang lain.

“Dengan pelatihan ini, tenaga kesehatan diharapkan semakin siap memberikan penanganan awal yang cepat, profesional, dan sesuai prosedur,” tutup Yonni Priantoro.

***

Iklan
Wagub Banten Tinjau Posko Mudik BPJS Kesehatan di Merak, Pastikan Layanan Optimal
Artikel Selanjutnya

Wagub Banten Tinjau Posko Mudik BPJS Kesehatan di Merak, Pastikan Layanan Optimal

Iklan
Iklan
Penulis: Redaksi
Diterbitkan: 14 Maret 2026, 07:00 WIB · Diperbarui: 25 Maret 2026, 01:46 WIB

Berikan Opinimu

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE

Terkini