DISTRIKBANTENNEWS.COM, Medan - Aktivitas ekonomi masyarakat di wilayah terdampak bencana, meliputi Aceh, Sumatera Utara , dan Sumatera Barat , menunjukkan tanda-tanda pemulihan. terlihat dari peningkatan signifikan transaksi produk usaha mikro, kecil, dan menengah melalui platform e-commerce.
Data dari Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi mencatat total transaksi UMKM mencapai 7.461.422 hingga 4 Maret 2026. Angka ini melonjak drastis dibandingkan 23 Januari 2026 yang hanya 1.029.598 transaksi.
Data tersebut dihimpun dari aktivitas penjualan di sejumlah platform digital. Beberapa di antaranya adalah Tokopedia, TikTok, dan Shopee.
Peningkatan transaksi juga terjadi di masing-masing provinsi. Di Aceh, transaksi tercatat 10.230 pada 4 Februari, kemudian naik menjadi 24.841 pada 4 Maret.
Sementara itu, Sumatera Utara mengalami lonjakan transaksi e-commerce dari 285.737 pada 4 Februari. Angka ini meningkat signifikan menjadi sekitar 2.162.858 transaksi pada 4 Maret.
Di Sumatera Barat, jumlah transaksi tercatat 1.867.456 pada 4 Februari. Angka ini meningkat menjadi sekitar 2.173.688 transaksi pada 4 Maret.
Selain transaksi, jumlah produk UMKM yang dipasarkan melalui platform digital juga tercatat stabil. Aceh memiliki sekitar 1.396 produk UMKM yang dipasarkan via e-commerce.
Sumatera Utara mencatat 631 produk, sedangkan Sumatera Barat memiliki sekitar 101 produk yang dijual secara daring. Pulihnya aktivitas perdagangan digital ini didukung oleh perbaikan infrastruktur telekomunikasi di wilayah terdampak bencana.
Satgas PRR melaporkan 11.143 base transceiver station di tiga provinsi telah kembali beroperasi 100 persen. Rinciannya adalah 3.815 BTS di Aceh, 5.845 BTS di Sumatera Utara, dan 1.483 BTS di Sumatera Barat.
Dengan pulihnya jaringan telekomunikasi, masyarakat kini dapat mengakses layanan komunikasi dan internet, termasuk untuk melakukan aktivitas perdagangan melalui platform e-commerce.
***