Sabtu, 4 Juli 2026
Login Kirim Tulisan

Jejak Sang Patriot Bangsa Seorang Anak Nelayan dari Balige

BAGIKAN:
Jejak Sang Patriot Bangsa Seorang Anak Nelayan dari Balige
0
Jejak Sang Patriot Bangsa Seorang Anak Nelayan dari Balige
Iklan

Jakarta - Pagi hari di Balige, 3 Juli 1920. Kabut tipis masih menggantung di atas Danau Toba ketika Manonga Napitupulu dilahirkan dari keluarga sederhana.

Ayahnya, A. Panggalak Napitupulu, seorang nelayan danau, menggantungkan hidup pada air yang tenang namun kerap tak ramah.

Dari rahim kehidupan pinggiran inilah Manonga tumbuh, tetapi kelak justru masuk ke jantung sejarah republik.

Nama Manonga bukan sembarang nama.

Ia diambil dari leluhur "Manonga Langit" setelah sang ayah meminta izin para sesepuh kampung. Sebuah isyarat bahwa bocah ini dipikul dengan harapan, meski hidup keluarga Napitupulu jauh dari berlebih.

Sejak kecil, Manonga dikenal cakap berhitung. Namun kecakapan saja tak cukup.

Ketika orang tuanya tak mampu membiayai pendidikan ke Hollandsch-Inlandsche School, jalan Manonga nyaris buntu. Nasibnya berbelok lewat rekomendasi seorang pejabat lokal, yang membukakan pintu ke Gouvernement School di Balige.

Bahasa Belanda pelan-pelan dikuasainya. Dari Schakelschool Sonakmalela hingga Kadasterschool di Bandung, Manonga menempuh pendidikan dengan satu bekal utama: ketekunan.

Iklan
PPWI dan Dubes Aljazair Gelar Pertemuan Silaturahmi Bahas Kerja Sama Sosial Budaya
Artikel Selanjutnya

PPWI dan Dubes Aljazair Gelar Pertemuan Silaturahmi Bahas Kerja Sama Sosial Budaya

Iklan
Iklan
Penulis: Agus Fiyantino
Diterbitkan: 18 Januari 2026, 19:49 WIB · Diperbarui: 25 Maret 2026, 01:46 WIB

Berikan Opinimu

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE

Terkini