Wakil Wali Kota Serang: Sampah Bisa Jadi 'Emas' Jika Dikelola dengan Baik
“Maggot ini bisa diolah menjadi pakan ternak, pakan ikan, pelet, dan berbagai produk lainnya. Dari sampah, bisa lahir usaha baru yang menghasilkan,” ungkapnya.
Agis menegaskan, pengelolaan sampah bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan tugas bersama seluruh lapisan masyarakat.
“Kota Serang ini bukan milik Budi–Agis, tapi milik kita semua. Mari kita jaga Kota Serang bersama-sama dari sampah agar tetap bersih, resik, dan warganya semakin maju,” tegasnya.
Untuk mempercepat penanggulangan sampah di Kota Serang, Pemkot Serang ke depan akan menggelar perlombaan antar bank sampah di seluruh wilayah kota. Bank-bank sampah tersebut akan dinilai berdasarkan program dan inovasi pengelolaan sampah yang dijalankan.
“ Kami juga akan melakukan akreditasi bank sampah, mulai dari kelembagaan, sarana dan prasarana, hingga peningkatan SDM. Harapannya, pengelolaan sampah cukup dilakukan di level RT dan RW,” kata Agis.
Dengan sistem tersebut, lanjutnya, sampah bisa diselesaikan di lingkungan masing-masing, sekaligus menghasilkan nilai ekonomi yang dapat menambah kas masyarakat.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Serang, Farach Richi, menyampaikan bahwa saat ini terdapat 115 bank sampah yang aktif beroperasi di Kota Serang. Jumlah tersebut ditargetkan meningkat hingga 300 unit pada tahun 2026.
“Dengan bertambahnya bank sampah, kami optimistis persoalan sampah di Kota Serang bisa terus ditekan,” ujarnya.