Apel Operasi Lilin Maung 2025 Digelar, Pemkab Tangerang Siagakan Ratusan Personel Hadapi Nataru dan Cuaca Ekstrem
Selain itu, Pemkab Tangerang bersama Polres dan Kodim mendirikan 6 Pos Pengamanan, 3 Pos Terpadu, dan 2 Pos Pelayanan di jalur tol.
"Koordinasi lintas sektor telah dilakukan secara intensif, termasuk pengamanan rumah ibadah dan titik-titik keramaian. Kita telah sepakat melakukan monitoring ketat dan mengimbau masyarakat agar menghindari pawai kendaraan yang berisiko membahayakan keselamatan,” jelasnya.
Tak hanya fokus pada pengamanan Nataru, Pemkab Tangerang juga menyiapkan langkah mitigasi bencana menghadapi puncak musim hujan. Sebanyak 15 titik rawan banjir telah dipetakan, di antaranya wilayah Tanjung Burung, Pengemis, Gelap, Cikadek, Jayanti, Soka, dan Teluk Naga.
Berbagai sarana evakuasi turut disiagakan, mulai dari 14 chainsaw, 14 perahu, hingga 26 dayung yang ditempatkan di titik-titik strategis.
Selain itu, logistik darurat seperti perlengkapan bayi, makanan, dan beras telah disiapkan untuk kebutuhan mendesak masyarakat. Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) bersama BPBD juga melakukan pemangkasan pohon di sepanjang jalur utama guna mengantisipasi potensi pohon tumbang akibat hujan lebat dan angin kencang.
“Ini bentuk kesiapsiagaan bersama untuk memastikan penanganan cepat, tepat dan akurat jika terjadi keadaan darurat,” ungkapnya.
Bupati Maesyal Rasyid pun meminta seluruh unsur keamanan dan jajaran pemerintah daerah untuk bekerja secara solid, disiplin, dan responsif dalam memberikan pelayanan terbaik. Ia juga mengimbau masyarakat agar tetap menjaga ketertiban dan keamanan selama libur Nataru serta tidak memaksakan diri jika kondisi tidak memungkinkan.
“Keberhasilan pelayanan Nataru adalah tanggung jawab kita bersama. Semoga seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan lancar,” pungkasnya.