Tangerang Bergerak Lebih Dulu: Wali Kota Kirim Tim BPBD ke Sumatera, Tetapkan Status Siaga Darurat
“Sederhana saja, ketika kita siap, biasanya musibah memilih jalan lain. Tapi kalau kita lengah, genangan kecil pun bisa berubah jadi bencana,” tambahnya.
Sachrudin juga mengingatkan para camat dan lurah bahwa bencana tidak semata dipicu oleh tingginya intensitas hujan, tetapi juga dipengaruhi oleh perilaku manusia.
“Saluran tersumbat sampah, sedimen menumpuk, drainase tidak berfungsi—semua itu merusak keseimbangan lingkungan. Mengembalikan keseimbangan dimulai dari hal paling sederhana: menjaga kebersihan,” jelasnya.
Apel Siaga Bencana yang diikuti lebih dari 700 peserta, mulai dari petugas lapangan hingga pimpinan stakeholder kebencanaan, menjadi momentum penting penguatan koordinasi lintas sektor.
“Tidak boleh ada ego sektoral. Bencana adalah urusan kita semua. Pemerintah, aparat, dunia usaha, dan relawan harus bergerak dalam satu komando,” tegasnya.
Menutup amanatnya, Sachrudin mengajak seluruh peserta apel untuk menjaga kesehatan, tetap kompak, serta memastikan kesiapsiagaan wilayah masing-masing.
“Logika dan perhitungan punya batas. Tetapi ikhtiar dan doa harus berjalan beriringan. Kalau kita bersatu, insyaAllah Tangerang tetap aman sentosa,” ujarnya.***