KPA Kota Serang Susun Rencana Aksi 5 Tahun Tekan Penyebaran HIV-AIDS
Sementara itu, Sekretaris Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Kota Serang, dr. Teja Patri mengungkapkan bahwa prevalensi HIV di Kota Serang selama tiga tahun terakhir terus mengalami penurunan.
Berdasarkan data yang dihimpun, pada tahun 2025 ditemukan 147 kasus baru dari total kumulatif 400 kasus pada kelompok populasi kunci.
“Dari Kota Serang berdiri secara (komulatif) itu 400 orang yang terdapat pada kelompok populasi kunci. Sampai bulan Oktober angka prevalensi hanya di kisaran 0.7. Ini mengalami penurunan dari 3 tahun kebelakang,” ucapnya.
Teja menjelaskan bahwa penderita HIV-AIDS akan hidup dengan kondisi tersebut sepanjang hidupnya sehingga jumlah kasus bersifat kumulatif.
“Jadi jumlahnya akan menjadi kumulatif sampai dari tahun ke tahun seperti itu,” jelas dr. Teja yang juga Sekretaris Dinkes Kota Serang.
Ia menjabarkan bahwa upaya penanggulangan HIV/AIDS memfokuskan intervensi pada populasi kunci yang paling berisiko, seperti Laki-laki Seks dengan Laki-laki (LSL)/gay, Pekerja Seks Komersial (PSK) pria dan wanita, waria (transgender), pengguna narkoba suntik (Penasun/IDUs), warga binaan pemasyarakatan, pelanggan pekerja seks, pasangan dari populasi kunci atau ODHIV, serta ibu hamil dengan HIV yang berisiko menularkan ke bayi.
Teja menegaskan bahwa faktor gaya hidup dan cara pandang terhadap prinsip keagamaan maupun sosial turut menjadi penyebab tingginya kasus pada kelompok populasi tertentu.
“Faktor utama daripada kasus ini adalah gaya hidup (hedonisme), dan cara pandang pada suatu prinsip (kepercayaan) agama yang berbeda, sehingga menyelahai aturan-aturan baik agama, adat ataupun sosial,” jelasnya. ***