Senada, Koordinator Sosial Budaya DWP BPSDM Kemendagri, Budur Latief, menuturkan bahwa kunjungan ini diharapkan membawa inspirasi bagi DWP Kabupaten Paser, terutama dalam pemanfaatan lahan kosong dan pengembangan kegiatan sosial berbasis komunitas.
“Kami berharap teman-teman di daerah kami bisa datang ke sini untuk melihat sebagai contoh agar mereka juga bisa membangun daerahnya,” tambahnya.
Aspek yang menjadi fokus studi tiru kali ini mencakup inovasi daur ulang, bank sampah, serta pengembangan perpustakaan anak dan area belajar ramah keluarga.
Ketua Kampung Jimpitan KB2, Slamet Hariyanto, menyambut kunjungan ini dengan rasa bangga. Menurutnya, kedatangan berbagai daerah menunjukkan bahwa semangat pemberdayaan yang dibangun di Kampung Jimpitan telah memberikan inspirasi luas.
“Ini bisa menjadi inspirasi, kebaikan, kemanfaatan bagi wilayah lain, khususnya Kota Tangerang dan pada umumnya se-Indonesia,” ujarnya.
Kunjungan ini menegaskan bahwa Kampung Jimpitan KB2 bukan sekadar program lokal, melainkan model pemberdayaan inklusif dan berkelanjutan yang kini menjadi percontohan nasional dalam menggerakkan kemandirian masyarakat melalui kolaborasi pemerintah, komunitas, dan perempuan tangguh Kota Tangerang.