Pemkab Serang Dorong Revolusi Pengelolaan Sampah Lewat Bank Sampah, Kini Sudah Capai 70 Unit!
“Harapan kita melalui pembinaan dan sosialisasi ini, bisa semakin menyebarluaskan ke masyarakat di sekitar bank-bank sampah yang ada,” ucapnya.
Meskipun tingkat antusias masyarakat baru mencapai sekitar 50 persen, Cahyo tetap optimis melihat perkembangan signifikan selama beberapa tahun terakhir.
“Pada 2019 hanya ada 5 bank sampah di Kabupaten Serang, kemudian 2020 bertambah 10 bank sampah. Tetapi di 2025 ini ternyata kita sudah bisa mencapai 70 bank sampah. Jadi meskipun perlahan, tapi kita selalu ada kenaikan progres peningkatan untuk pengelolaan sampah melalui bank sampah ini,” ujarnya.
Menariknya, dari total 70 bank sampah yang aktif pada 2024, telah berhasil mengelola sekitar 182 ton sampah. Jumlah tersebut bahkan menghasilkan nilai ekonomi yang cukup menjanjikan bagi masyarakat.
“Untuk sampah kertas kita bisa langsung kerja sama dengan pabrik PT Indah Kiat. Sampah plastik kita bisa cacah, kemudian kerja sama dengan industri daur ulang plastik. Selanjutnya untuk sampah yang low value, kita tadi ada contoh dari tahun bank sampah mata kita kelola menjadi sofa bed,” paparnya.
Tak hanya itu, DLH Kabupaten Serang juga terus memperluas inovasi pengelolaan sampah organik.
“Adapun untuk sampah organik, pihaknya mengundang narasumber dari Saung Magot Pakde, kita kelola dengan budidaya magot di TPS 3R Anyer. Rencananya kita terapkan di triwulan terakhir ini,” tuturnya.
Langkah progresif ini menandai komitmen Pemkab Serang dalam menjadikan bank sampah bukan sekadar tempat menabung sampah, tetapi juga sumber ekonomi baru dan solusi nyata bagi kebersihan lingkungan.