SERANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Serang terus memperkuat strategi penyerapan tenaga kerja lokal sebagai langkah nyata menekan angka pengangguran di wilayahnya.
Wali Kota Serang Budi Rustandi mengatakan, pihaknya bersama Sekda, Satgas, dan jajaran OPD telah melakukan rapat koordinasi dengan camat dan lurah se-Kota Serang untuk membahas potensi pembukaan lapangan kerja di setiap kecamatan.
“Angka pengangguran di Kota Serang masih tinggi. Karena itu, kami mengumpulkan para camat dan lurah agar bisa berkolaborasi dengan Dinas Ketenagakerjaan membuka peluang kerja di wilayah masing-masing,” ujar Budi, Senin 13 Oktober 2025.
Selain mendorong penciptaan lapangan kerja baru, Pemkot Serang juga tengah menyiapkan Peraturan Wali Kota (Perwal) yang akan mewajibkan 80 persen tenaga kerja berasal dari warga Kota Serang.
“Aturan ini sedang difinalisasi. Harapannya, mulai 2026 semua perusahaan yang beroperasi di Kota Serang wajib memprioritaskan tenaga kerja lokal,” tegasnya.
Budi menjelaskan, kebijakan tersebut merupakan bentuk keberpihakan pemerintah daerah terhadap masyarakat Serang agar tidak hanya menjadi penonton di tengah meningkatnya investasi industri di berbagai kawasan, termasuk Kawasan Industri Walantaka.
“Beberapa perusahaan besar di Walantaka akan mulai beroperasi pada 2027 dengan potensi menyerap ribuan tenaga kerja. Kita harus siapkan SDM-nya sejak sekarang,” jelasnya.
Untuk itu, Pemkot melalui Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) akan bekerja sama dengan Balai Latihan Kerja Industri (BLKI) guna menyesuaikan pelatihan keterampilan sesuai kebutuhan dunia industri.