Wakil Gubernur Banten Tekankan Pentingnya Penyaluran Zakat yang Tepat Sasaran dan Sistematis
“Saya minta semua birokrat, pegawai, dan pemerintah yang ada di Provinsi Banten menyalurkan zakatnya ke Baznas supaya bisa disalurkan dengan tepat. Kalau dilakukan sendiri-sendiri, justru tidak efektif dan berpotensi tidak tepat sasaran,” tegasnya.
Selain ASN, Dimyati juga mengingatkan para pengusaha yang mendapatkan proyek dari Pemprov Banten agar menunaikan zakatnya melalui Baznas sebagai bentuk tanggung jawab sosial dan dukungan terhadap pemerataan kesejahteraan di daerah.
"Maka dengan Baznas, penyaluran zakat bisa dilakukan secara masif, terstruktur, dan sistematis,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Baznas Provinsi Banten E Syibli Syarjaya dalam sambutannya menyampaikan bahwa Rakorda 2025 bertujuan mengevaluasi capaian program sejak Januari hingga September 2025, sekaligus menyusun strategi penguatan zakat untuk akhir tahun dan tahun berikutnya.
“Program yang baik akan kita teruskan, dan kita tambah inovasi baru untuk kemajuan zakat di Banten,” ujar Syibli.
Ia menegaskan, dengan kolaborasi semua pihak, Baznas akan terus memperkuat empat aspek utama, yaitu kelembagaan, sumber daya manusia, digitalisasi, dan jaringan kerja sama.
“Baznas merupakan lembaga pemerintah nonstruktural. Maka kapasitas SDM, sistem digital, dan jejaring kolaborasi harus terus ditingkatkan agar pelayanan zakat semakin profesional,” jelasnya.
Rakorda ini juga dihadiri secara daring oleh Pimpinan Baznas Republik Indonesia Zainulbahar Noor, yang menekankan pentingnya sinergi antara Baznas pusat dan daerah dalam memperkuat tata kelola zakat nasional. Ia menyampaikan apresiasi terhadap capaian Baznas Banten yang dinilai sejalan dengan agenda Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.