Dari Cash Back Gate, Lahirlah Gerombolan yang Mengaku Mandatori PWI Banten
"Direktur perusahaan ini karena mulai tidak dipercaya, melihat PWI sebagai peluang untuk menjaga dan garansi akses untuk mempengaruhi Ketua Dewan dan anggota Dewan agar dana pokir atau dana aspirasi Dewan tetap berputar di lingkar media cetak yang sudah kenyang dan kini diambang kebangkrutan," pungkas Akbar.
Ketiga, ditambahkan Akbar lagi, senior yang lupa umur, yang kerjanya hanya bisa minta-minta. Senior ini tidak puas, jatah premannya dari tempat-tempat hiburan, diputus oleh pengurus PWI, maka merasa PWI bermasalah.
Padahal dialah yang bermasalah.
"Adapun yang mengaku Plt. PWI Banten, silahkan saja. Nanti jika proses dugaan kejahatan Hendri terbukti, giliran yang gerombolan yang ditunjuk Hendri untuk merusak dan memecah belah PWI di daerahpun pasti akan jadi terbawa masuk bagian dalam konstruksi turut serta dengan Hendri," tandas Akbar.
Lebih jauh Akbar dengan tegas menyebut, adanya oknum yang mengaku sebagai Plt Ketua PWI, menunjukan orang itu haus akan jabatan.
"Jelas publik sudah bisa melihat bahwa Hendri CH Bangun sudah di pecat bahkan kasusnya pun saat ini masih berjalan dan diperiksa oleh aparat penegak hukum," tukas Akbar.
Disamping itu juga, kata Akbar, sekelompok orang yang mengaku Plt. PWI, Kartu Anggota (KTA) nya sudah tidak berlaku lagi atau gugur.
"Ini jelas menunjukkan tidak ada lagi harkat dan martabat untuk bagaimana membangun organisasi yang profesional dan berintegritas," tutur Akbar.