Ikuti Kami
Jumat, 10 Juli 2026 Versi Web

Dari Cash Back Gate, Lahirlah Gerombolan yang Mengaku Mandatori PWI Banten

Penulis: Redaksi
Sabtu, 28 September 2024 | 22:16 WIB
Facebook
X
WhatsApp
Lainnya

SERANG - Urusan Cash Back di PWI Pusat, terus mengalir membawa kerusakan hingga daerah. Menyikapi urusan cash back dan moral wartawan.

Teguh Akbar Idham Wakil Ketua Bidang Organisasi PWI Provinsi Banten mengatakan, wartawan bekerja untuk publik sehingga profesinya mendapat tempat yang mulia, bahkan ditempatkan sebagai pilar keempat dalam demokrasi. "Untuk itu, prilakunya harus tanpa cela dan mencerminkan panutan di masyarakat," ungkap lelaki yang akrab disapa akbar ini, Sabtu (28/9/2024).

Akbar juga mengatakan sebagai pilar keempat, wartawan terutama yang tergabung dalam organisasi PWI harus tegak lurus pada kode etik dan independensi pers. Sehingga pengurus PWI Banten, tidak merasa perlu mendatangi intitusi politik, partai politik atau tokoh partai apalagi memelintir pernyataan dalam rangka mencari simpati atau meminta dukungan.

"Kami perlu sampaikan, jika betul ada kelompok yang dapat surat mandat dari Hendri, kami informasikan, bahwa Hendri sudah diberhentikan dari PWI, bahkan kini beliau menghadapi tuntutan dugaan korupsi dengan tiga pasal berlapis," jelas Akbar.

Akbar juga menjelakan, terkait dana Cash Back yang di maling ini, publik tinggal serching saja di google, pasti akan tahu. "Sekali lagi sebagai pengingat, ini semua berasal dari Cash Back, yang coba dimaling (karena ketahuan, dan sebagian dibalikan uangnya-red) oleh sekelompok orang yang kini jadi terlapor," urai Akbar

Akbar juga mengatakan, "Para terlapor ini, untuk menjaga "periuk nasinya" di PWI pusat, kemudian membentuk gerombolan di daerah-daerah yang terdiri dari para pecundang atau orang yang perusahaannya bermasalah.

Contoh para pecundang yang dapat dimanfaatkan, lanjut Akbar, adalah pertama, para calon ketua PWI dan para pendukung yang tidak terpilih jadi ketua, dalam kontestasi di konferensi PWI Banten, sehingga mereka dengan mudah dapat di manfaatkan. Dan para pecundang ini, menjadikan momen ini sebagai sarana "Perjudian" dalam pengambil alihan pimpinan organisasi dalam rangka memenuhi ambisinya.

Kedua, ditambahkan Akbar, pimpinan atau direktur perusahaan media cetak, yang sudah mulai ditinggalkan dan banyak mem-PHK karyawan karena tidak mampu membayar gaji.

Penulis: Redaksi
Sabtu, 28 September 2024 | 22:16 WIB
Artikel Selanjutnya

Remaja Harus Dipersiapkan untuk Mewujudkan Indonesia Emas 2045

Mode AMP — versi ringan & cepat
Versi Lengkap

Terkini

Pendidikan Itu Mahal, yang Murah Hanya Gaji Gurunya

Selasa, 12 Mei 2026 | 09:02 WIB
↑ Kembali ke atas
Dari Cash Back Gate, Lahirlah Gerombolan yang Mengaku Mandatori PWI Banten

Bagikan artikel ini melalui