Kamis, 9 Juli 2026
Login Kirim Tulisan

BRIN Gelar Pelatihan Sertifikasi Mutu Benih Tanaman Hutan untuk Dukung Rehabilitasi Hutan dan Lahan Berkelanjutan di Banten

BAGIKAN:
BRIN Gelar Pelatihan Sertifikasi Mutu Benih Tanaman Hutan un...
0
BRIN Gelar Pelatihan Sertifikasi Mutu Benih Tanaman Hutan untuk Dukung Rehabilitasi Hutan dan Lahan Berkelanjutan di Banten
Iklan

“Pemahaman yang mendalam mengenai karakteristik benih sangat penting. Tidak semua benih dapat disimpan dalam waktu lama; beberapa di antaranya harus segera ditanam agar tidak mengalami kerusakan,” tambah Vivi.

Vivi juga menekankan bahwa pelatihan ini akan membantu peserta memahami jenis-jenis benih dan teknik yang sesuai untuk masing-masing jenis. "Kami berharap setelah pelatihan ini, peserta dapat menerapkan teknik penanganan dan penyimpanan yang tepat, sehingga dapat meningkatkan kualitas benih dan bibit yang digunakan dalam program rehabilitasi hutan dan lahan," ujarnya.

Salah satu aspek penting yang dibahas dalam pelatihan ini adalah proses pengujian mutu benih tanaman hutan. Pengujian mutu ini merupakan bagian krusial dalam sertifikasi benih, yang memastikan bahwa benih yang digunakan memenuhi standar kualitas yang ditetapkan.

Vivi menjelaskan bahwa pengujian mutu benih mencakup beberapa kriteria penting, seperti kadar air, kemurnian, berat 1000 butir, dan daya berkecambah benih. Semua kriteria ini harus sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI) yang berlaku.

Untuk memastikan bahwa para peserta memahami proses pengujian ini dengan baik, pelatihan juga mencakup simulasi praktek pengujian mutu fisik-fisiologis benih. Dalam simulasi ini, para peserta diberi kesempatan untuk langsung mengamati dan mempraktekkan proses pengujian, sehingga mereka dapat memahami secara mendalam apa yang diuji dan bagaimana cara pengujiannya.

“Dengan adanya simulasi ini, kami berharap para peserta dapat menguasai teknik pengujian mutu benih dengan baik, yang pada akhirnya akan meningkatkan kualitas benih yang disertifikasi,” ungkap Vivi.

Pada kesempatan yang sama, Dede J. Sudrajat, Peneliti Ahli Utama di Pusat Riset Botani Terapan, Organisasi Riset Hayati dan Lingkungan BRIN, turut memberikan pemaparan mengenai penanganan benih dan bibit dalam mendukung program sertifikasi mutu benih dan bibit.

Dalam presentasinya, Dede menjelaskan berbagai tahapan penting dalam proses penanganan benih dan bibit, mulai dari penunjukkan dan pembangunan sumber benih hingga alur sertifikasi mutu benih dan bibit.

Iklan
Program Dapur Hidup di Desa Haurngombong: Meningkatkan Kemandirian Pangan dan Penghasilan Keluarga
Artikel Selanjutnya

Program Dapur Hidup di Desa Haurngombong: Meningkatkan Kemandirian Pangan dan Penghasilan Keluarga

Iklan
Iklan
Penulis: Redaksi
Diterbitkan: 14 Agustus 2024, 11:28 WIB · Diperbarui: 25 Maret 2026, 01:46 WIB

Berikan Opinimu

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE

Terkini