Jumat, 3 Juli 2026
Login Kirim Tulisan

Kopi Gunung Karang: Kilometer 0 Kopi Banten dan Harapan Baru Industri Perkopian Global

BAGIKAN:
Kopi Gunung Karang: Kilometer 0 Kopi Banten dan Harapan Baru...
0
Kopi Gunung Karang: Kilometer 0 Kopi Banten dan Harapan Baru Industri Perkopian Global
Iklan

SERANG - Setelah meliput beberapa sumber mengenai Kopi Gunung Karang, kami mendatangi Kantor Dinas Pertanian Provinsi Banten pada Rabu, 15 Mei 2024. Kepala Dinas, Agus M Tauchid, menyambut kedatangan kami dengan senyum cerah.

Tak lama kemudian, beberapa cangkir kopi tersaji di hadapan kami, dan inilah yang ingin kami gali.

Agus M Tauchid memaparkan tentang Imah Kopi Gunung Karang yang digadang-gadang membawa optimisme baru untuk bisa bersaing di dunia industri perkopian global.

Menurutnya, penentuan lokus budidaya kopi berbasis pemberdayaan masyarakat di Kelurahan Juhut-Pandeglang bukan sembarang pilih. Inilah titik KM 0 Kopi Banten.

Kopi Gunung Karang: Kilometer 0 Kopi Banten dan Harapan Baru Industri Perkopian Global
Kopi Lawang Taji Gunung Karang: Menyajikan Pengalaman Kopi yang Menghubungkan Anda dengan Alam. ©DBN/Mardiana

"Jika ditarik dari sejarah, kopi Banten dimulai sejak pra-kemerdekaan Indonesia, sejak masa Kesultanan Banten. Pada masa Sultan Ageng Tirtayasa, VOC mulai memperkenalkan rempah-rempah. Awalnya itu kan di Banten, transitnya di pelabuhan Karangantu, begitu juga dengan kopi," kata Agus.

Agus juga menjelaskan bahwa lokasi pertama pembudidayaan kopi itu di Gunung Karang, oleh karenanya sering disebut sebagai kilometer 0 Kopi. Hal ini dibuktikan dengan adanya beberapa pohon kopi robusta yang berusia lebih dari satu abad.

Kendati pada perjalanannya di masa penjajahan VOC, Kopi Robusta Gunung Karang sempat ditinggalkan, namun bukan berarti gagal. Pasar pada waktu itu lebih memihak Kopi Arabika, sedangkan Gunung Karang di ketinggian lebih dari 1000 MDPL yang merupakan habitat kopi Arabika bisa hidup subur masih belum terbuka oleh ekspansi manusia seperti saat ini.

Kopi Gunung Karang: Kilometer 0 Kopi Banten dan Harapan Baru Industri Perkopian Global
KOPI HATE Robusta: Kopi Premium Warisan Leluhur dari Beberapa Daerah di Indonesia, Siap Membangkitkan Semangat Anda. ©DBN/Mardiana

Kali ini, harapan itu kembali dipupuk melalui program kolaborasi antara Pemerintah (Dinas Pertanian Provinsi Banten) sebagai pemilik lahan, Pengusaha (Bank Indonesia Perwakilan Banten) yang memiliki modal melalui dana CSR, NGO yang punya peran pendukung, juga Masyarakat sebagai pelaksana. Sahdan memunculkan produk-produk kopi terbaik yang disajikan di Imah Kopi.

Iklan
Lorong Gelap Kebebasan Pers
Artikel Selanjutnya

Lorong Gelap Kebebasan Pers

Iklan
Iklan
Penulis: Redaksi
Diterbitkan: 16 Mei 2024, 13:08 WIB · Diperbarui: 25 Maret 2026, 01:50 WIB

Berikan Opinimu

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE

Terkini