Ikuti Kami
Minggu, 5 Juli 2026 Versi Web

Kepemimpinan Perempuan Esensial bagi Organisasi

Penulis: Redaksi
Jumat, 3 Februari 2023 | 07:21 WIB
Facebook
X
WhatsApp
Lainnya

Ratu Nisya Yulianti 

WOMEN LEADERSHIP 

DISTRIKBANTENNEWS - ESAI Laki-laki dan Perempuan memiliki gaya kepemimpinan yang berbeda. Laki-laki lebih menggunakan norma keadilan sementara Perempuan menggunakan norma persamaan. Laki-laki juga menggunakan strategi yang lebih luas dan lebih positif. Namun, perbedaan manajemen tidak akan terlihat jika Perempuan memiliki rasa percaya diri yang tinggi.

RA Kartini merupakan teladan penting bagi perempuan Indonesia. Beliau adalah tokoh yang memperjuangkan hak-hak perempuan seperti hak untuk belajar di sekolah dan hak untuk memimpin sebuah organisasi.

Dengan demikian, seorang wanita memiliki sifat demokratis dan rasa kepedulian yang tinggi sehingga sosok wanita pun berkompeten untuk menjadi pemimpin dalam sebuah organisasi.

Saat ini, peran perempuan telah bergeser menuju dimensi yang lebih luas. Kebangkitan kaum perempuan dalam era globalisasi telah membawa perubahan: perempuan bukan lagi semata-mata sebagai istri atau ibu, tetapi telah terorientasi pada kualitas eksistensinya selaku manusia.

Mengapa perempuan harus tampil memimpin dan ikut dalam pengambilan kebijakan? Karena jumlah perempuan mencapai separuh penduduk dunia sehingga secara demokratis pendapat dari perempuan harus dipertimbangkan.

Kepemimpinan perempuan secara umum ada 2 (dua), yaitu: pertama kepemimpinan transformasional. Dengan penerapan kepemimpinan model ini, bawahan akan merasa dipercaya, dihargai, loyal dan tanggap kepada pimpinannya.

Kepemimpinan transformasional merupakan konsep yang relevan pada situasi di mana perubahan terjadi sangat cepat dan menuntut setiap organisasi untuk dapat menyesuaikan diri. Sedangkan yang kedua kepemimpinan feminisme dapat dicirikan sebagai berikut: tak agresif, tergantung, emosional, subjektif, gampang terpengaruh, pasif, tak kompetitif, sulit memutuskan, tak mandiri, sensitif, tak berani spekulasi, kurang PD, butuh rasa aman, memperhatikan penampailan.

Menjadi seorang pemimpin disebuah organisasi tidak saja dibutuhkan bakat, tetapi juga dibutuhkan kemampuan dan keahlian yang dilatih sejak kini. Perempuan harus berjiwa pemimpin, antara lain: visioner, partisipatif, think globally, act locally, berkarakter, cerdas secara spiritual, emosional, sosial, maupun intelektual.

Penulis: Redaksi
Jumat, 3 Februari 2023 | 07:21 WIB
Artikel Selanjutnya

Teater Gates Sebagai Ruang Kajian dan “Kemungkinan Lain Dari Yang Telah Ada.”

Mode AMP — versi ringan & cepat
Versi Lengkap

Terkini

Kepemimpinan Perempuan Esensial bagi Organisasi

Jumat, 3 Februari 2023 | 07:21 WIB
↑ Kembali ke atas
Kepemimpinan Perempuan Esensial bagi Organisasi

Bagikan artikel ini melalui