Kepemimpinan Perempuan Esensial bagi Organisasi
Juga adanya passion kompetitif untuk menunjang keberhasilan sebuah organisasi.
Dalam sebuah organisasi dipandang perlu menempatkan posisi pemimpin pada kemampuannya bukan kepada jenis kelaminnya, sebabnya organisasi adalah wadah yang harus dirawat dengan segala kebutuhannya. Kebutuhan itu bersifat dinamis, seiring berjalannya waktu tantangan dan perubahan zaman akan terus berlaju.
Lantas, apa yang harus dilakukan sebagai perempuan pemimpin? Perempuan harus mampu membangun personal branding/citra diri yang positif, baik sebagai sebagai individu, ibu, mitra suami, sebagai pemimpin atau pelayan masyarakat.
Perempuan harus memahami konsep diri, yaitu kesadaran, sikap, dan pemahaman.
Seorang perempuan pemimpin harus memiliki sikap asertif, yaitu penuh percaya diri, mempunyai keyakinan yang kuat akan tindakannya dan mampu menyatakan perasaan dan pendapatnya, tanpa menyakiti perasaan diri-sendiri atau perasaan orang lain, tanpa mengganggu hak orang lain.
Bagaimana menjadi perempuan pemimpin yang asertif? Di sini tentu melibatkan unsur identitas, gambaran diri, hingga harga diri.
Inilah yang selalu penulis lakukan dalam dirinya, penulis selalu menerapkan prinsip bahwa tidak ada batasan untuk kami sebagai perempuan dalam bergerak dan mengekspresikan diri kami. Kami menjadi bisa karena kami mau dan mampu, sejatinya perempuan adalah makhluk yang adil.
Perempuan menjelma menjadi sosok ibu yang bisa mengasuh keturunan tanpa pandang jenis kelamin inilah yang juga sepatutnya kita ingat bahwa kepemimpinan perempuan justru lebih mementingkan segala aspek demi kebaikan bersama.