“Apa pun profesinya, semuanya harus berangkat dari niat untuk mengabdi dan memberikan kemaslahatan,” katanya.
Andra mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan peringatan Hari Santri sebagai momentum memperkuat persaudaraan, menjaga kerukunan, dan merawat keberagaman demi mewujudkan Banten yang maju, adil, merata, dan bebas korupsi.
“Mari kita jadikan semangat Hari Santri sebagai energi untuk memperkuat persaudaraan, menjaga kerukunan, merawat kebinekaan, serta membangun Banten maju, adil merata, tidak korupsi,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua PWNU Provinsi Banten KH Hafidz Gunawan mengatakan, peringatan Hari Santri Nasional 2026 tingkat Provinsi Banten digelar di Kabupaten Pandeglang untuk turut mendorong kemajuan sektor pariwisata daerah.
Rangkaian kegiatan telah diisi dengan khataman Al-Qur’an, bahtsul masail, jalan sehat sarungan, istigasah, dan bedah buku.
Dalam kegiatan tersebut, panitia juga menyerahkan santunan kepada 218 anak yatim serta bantuan untuk pondok pesantren.
Jalan Sehat Sarungan dimulai dari Coconut Island dan berakhir di Pondok Pesantren Manbaul Qur’an Saung Shoang, Pondok Huffadz Manbaul Qur’an, Kampung Sukahati, Kecamatan Kalanganyar, Labuan, Kabupaten Pandeglang.