Kedua, para siswa diminta bijak menggunakan media sosial dengan tidak menyebarkan berita bohong atau hoaks, ujaran kebencian, maupun konten yang mengandung unsur suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).
Ketiga, pelajar diingatkan untuk menjauhi tawuran, perkelahian, pengeroyokan, perundungan atau bullying, serta segala bentuk kekerasan yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.
Keempat, AKP Badri mengingatkan bahaya penyalahgunaan narkoba yang dapat merusak masa depan generasi muda. Para siswa diminta tidak mencoba, menggunakan, ataupun terlibat dalam peredaran narkoba.
Kelima, ia mengimbau pelajar untuk tidak melakukan balapan liar karena berisiko menyebabkan kecelakaan lalu lintas, membahayakan keselamatan pengguna jalan, dan mengganggu ketertiban masyarakat.
“Sebagai penutup, masa depan bangsa ini ada di tangan pelajar generasi muda. Jadikan Pancasila dalam setiap langkah dan sendi kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara menuju Indonesia Emas 2045,” pungkas AKP Badri.
Pesan tersebut mendapat sambutan dari para siswa yang mengikuti upacara. Melalui pembinaan tersebut, para pelajar diharapkan semakin memahami pentingnya disiplin, tanggung jawab, toleransi, serta kepatuhan terhadap aturan.
Sekolah Apresiasi Pembinaan dari Polri
Sementara itu, Kepala SMKN 3 Pandeglang, Dedi Wara Susandi, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kapolsek Labuan yang telah meluangkan waktu menjadi pembina upacara sekaligus memberikan pembinaan dan motivasi kepada para siswa.