Genap 500 Tahun, Kabupaten Serang Didorong Percepat Pembangunan yang Berdampak ke Masyarakat
Pada sektor infrastruktur, melalui Program Bangun Jalan Desa Sejahtera, Pemprov Banten telah menyelesaikan pembangunan delapan ruas jalan sepanjang 9,09 kilometer pada 2025. Pelebaran jalan juga dilakukan pada ruas Ciomas–Mandalawangi sepanjang 1,45 kilometer dan Gunung Sari–Mancak–Anyer sepanjang 2,03 kilometer.
Memasuki 2026, pembangunan konektivitas kembali dilanjutkan, termasuk penanganan ruas Gunung Sari–Mancak–Anyer, rehabilitasi Jembatan Cipatuk, serta perbaikan ruas jalan Ciruas–Pontang.
Di bidang pendidikan, Program Sekolah Gratis diperluas untuk memperbesar akses masyarakat terhadap pendidikan. Pada tahun ajaran 2025/2026, program tersebut membiayai 7.260 siswa di 114 SMA, SMK, dan SKH swasta. Jumlah itu ditargetkan meningkat menjadi 8.593 siswa di 119 sekolah pada tahun ajaran 2026/2027.
Perbaikan Permukiman dan Perlindungan Sosial
Dampak pembangunan juga diarahkan ke lingkungan tempat tinggal masyarakat. Sepanjang 2025, sebanyak 36 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dibedah, disertai pembangunan 130 kilometer jalan lingkungan dan 9,7 kilometer drainase.
Program tersebut dilanjutkan pada 2026 dengan target rehabilitasi 39 RTLH, pembangunan 51,48 kilometer jalan lingkungan, serta 11,76 kilometer drainase.
Di sektor perlindungan sosial, Pemprov Banten pada 2026 menyalurkan bantuan Rp500 ribu kepada 3.000 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) serta bantuan Usaha Ekonomi Produktif kepada 75 KPM.
Sementara Program Listrik Desa yang telah memberikan akses listrik kepada 1.338 rumah tangga pada 2025 kembali dilanjutkan dengan target menjangkau 225 rumah tangga pada 2026.