SERANG – Polda Banten mengimbau masyarakat, khususnya warga dan wisatawan yang beraktivitas di wilayah pesisir Banten dan sekitarnya, meningkatkan kewaspadaan menyusul aktivitas Gunung Anak Krakatau yang masih berstatus Level II (Waspada).
Berdasarkan laporan aktivitas Gunung Anak Krakatau periode pengamatan 5 Oktober 2026 pukul 00.00–24.00 WIB, yang dikeluarkan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM), Badan Geologi, PVMBG melalui Pos Pengamatan Gunungapi Anak Krakatau, tercatat empat kali letusan.
Letusan tersebut memiliki amplitudo 39–55 mm dengan durasi 20 hingga 798 detik. Namun, kolom erupsi dari keempat letusan tersebut tidak teramati.
Selain letusan, aktivitas kegempaan Gunung Anak Krakatau juga masih tercatat. Dalam periode tersebut terjadi dua kali gempa Low Frequency, lima kali gempa Hybrid/Fase Banyak, tiga kali gempa Vulkanik Dangkal, dan satu kali gempa Vulkanik Dalam.
Tremor menerus atau microtremor juga masih terekam dengan amplitudo 0,5–10 mm dan amplitudo dominan 2 mm.
Secara visual, Gunung Anak Krakatau teramati jelas hingga kabut 0–III. Asap kawah maupun kolom erupsi tidak teramati.
Kondisi meteorologi di sekitar gunungapi dilaporkan berawan dengan angin bertiup lemah ke arah barat dan barat laut. Suhu udara berada pada kisaran 27,6–30 derajat Celsius dengan kelembapan 74–87 persen. Sementara kondisi ombak laut terpantau sedang.
Kabidhumas Polda Banten Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea meminta masyarakat tidak panik, tetapi tetap waspada dan mengikuti perkembangan informasi dari sumber resmi.