Rupiah Anjlok per Hari Ini, Dolar AS Makin Perkasa
Pendorong utama penguatan dolar AS adalah eskalasi ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran. Ketegangan tersebut memicu lonjakan harga minyak dunia dan meningkatkan kekhawatiran inflasi global, sehingga investor cenderung beralih ke dolar.
Selain faktor geopolitik pasar juga menanti rilis data ekonomi penting dari Amerika Serikat. Saat ini ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga The Federal Reserve pada pertemuan Oktober 2026 mencapai 65 persen.
Mengutip data pasar global, tekanan tidak hanya dialami rupiah. Mata uang utama dunia seperti Euro melemah ke level 1,1379 dolar AS dan Poundsterling Inggris turun ke 1,3232 dolar AS. Bahkan mata uang Asia seperti Yen Jepang juga melemah 0,3 persen ke 157,7 per dolar AS.
Kondisi ini membuat pelaku usaha, traveler, hingga masyarakat yang memiliki tagihan berbasis dolar perlu lebih waspada. Perencanaan keuangan menjadi penting agar tidak terdampak signifikan oleh fluktuasi kurs yang terjadi dalam waktu singkat.